Jumat, 29 Agustus 2025

Kronologi Demo di DPR Berujung Driver Ojol Dilindas Rantis

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Detik-detik seorang ojek online tertabrak dan terlindas mobil rantis milik brimob di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025), Foto: Tangkapan layar/ Istimewa

Demo yang dilakukan oleh massa mulai dari buruh yang kemudian dilanjutkan oleh elemen mahasiswa dan masyarakat, kemarin, Kamis (28/8/2025), berakhir ricuh, dengan puncaknya terjadi insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob melindas seorang pengendara ojek online.

Merangkum seluruh pemberitaan di suarasurabaya.net terkait peristiwa demo kemarin, berikut kronologinya:

Demonstrasi Terpusat di Senayan, Ribuan Personel Disiagakan

Pasukan Brimob Polri melakukan apel jelang pengamanan aksi unjuk rasa buruh di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Farid suarasurabaya.net

Aksi demo dari berbagai elemen buruh dan pekerja, yang disusul mahasiswa dan masyarakat kemarin dipusatkan di depan komplek Parlemen, yakni depan gerbang Gedung DPR RI, DPD, MPR RI, Senayan.

Khusus untuk mengamankan Gedung Parlemen, sebanyak 4.531 aparat gabungan disiagakan. Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, ribuan personel pengamanan itu terdiri dari 2.174 personel Polda Metro Jaya.

Lalu, 1.725 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir TNI AL, Brimob Mabes Polri, Detasemen C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, dan Dishub, serta 632 personel Polres jajaran.

Ribuan Buruh Tiba di Parlemen, Sampaikan 6 Tuntutan

Ribuan buruh berjalan di sepanjang jalan Gatot Subroto menuju gerbang depan gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Ribuan buruh yang terdiri dari berbagai serikat pekerja pun tiba di depan Kompleks Parlemen, Senayan. Dikomandoi Said Iqbal Presiden Partai Buruh, mereka menagih komitmen Prabowo Subianto Presiden terkait kebijakan ketenagakerjaan, terutama soal sistem kerja alih daya (outsourcing) dan penyesuaian upah minimum.

Pernyataan ini disampaikan Said saat menghadiri aksi unjuk rasa buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Lewat aksi unjuk rasa hari ini, para buruh menyampaikan enam tuntutan utama kepada Pemerintah dan DPR, sebagai berikut:

  1. Hapus sistem pekerja alih daya (outsourcing), dan hentikan praktik upah murah
  2. Naikkan upah minimum 2026 sebanyak 8,5 sampai 10,5 persen
  3. Cabut Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatasi sistem outsourcing.
  4. Mendesak penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan membentuk satuan tugas khusus.
  5. Reformasi pajak termasuk menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dari Rp4,5 juta menjadi Rp7,5 juta per bulan, serta menghapus pajak pesangon, THR, dan JHT.
  6. Buruh mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang baru sesuai perintah Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2024.

Polisi Amankan Pelajar yang Menuju ke Gedung DPR

Sejumlah personel TNI, Polri dan petugas pengamanan KRL bersiap-siap mengamankan stasiun Palmerah yang posisinya berdekatan dengan gedung DPR/MPR, Kamis (28/8/2025). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Aparat kepolisian melakukan berbagai upaya antisipasi kerusuhan dalam aksi unjuk rasa kelompok buruh, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Selain menyiagakan empat ribuan aparat keamanan gabungan dari unsur Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja di lokasi, kepolisian juga menjaring pelajar sekolah menengah atas yang menuju ke Gedung Parlemen.

Di Stasiun Palmerah yang posisinya di sebelah barat Gedung Parlemen, polisi mengamankan puluhan pelajar berseragam sekolah yang berencana ikut demo.

Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, ada 53 pelajar yang diamankan di Stasiun Palmerah. Satu orang pelajar yang kedapatan membawa sembilan anak panah diamankan di Stasiun Tanah Abang.

Polisi Ingatkan Jangan Live Medsos yang Provokasi Masyarakat

Kombes Pol Ade Ary Kabid Humas Polda Metro Jaya saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Antara

Aparat kepolisian juga mengimbau warga masyarakat yang menayangkan langsung (live) kegiatan demo buruh lewat media sosial, tidak melakukan provokasi dengan menyebarkan narasi-narasi yang menyesatkan.

Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi kericuhan di tengah aksi unjuk rasa.

“Polda Metro Jaya berkomunikasi dengan beberapa stakeholders mengingatkan, memantau, melihat, mengingatkan juga yang sedang live untuk tidak memprovokasi, mengajak karena viewers atau followers atau siapapun yang nonton kanal-kanal medsos dari berbagai lapisan golongan,” ujarnya di Gedung Parlemen.

Berikutnya, dia meminta masyarakat melaporkan kepada polisi kalau menemukan akun media sosial yang mengajak masyarakat luas melakukan aksi seperti tawuran, merusak fasilitas umum atau mengajak pelajar sekolah menengah ikut-ikutan demo.

Demo Buruh Selesai, Giliran Mahasiswa dan Masyarakat Kepung Kompleks Parlemen

Ratusan mahasiswa mulai memadati gerbang utama Gedung DPR MPR RI di Jalan Gatot Subroto pada Kamis (28/8/2025) sore. Foto: Antara

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di DKI Jakarta mulai memadati kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025) sore, khususnya di gerbang belakang dan depan kompleks parlemen itu.

Mereka datang untuk menggelar aksi unjuk rasa menolak sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat, menyusul aksi yang dilakukan oleh elemen buruh selesai pada Kamis siang, sekitar pukul 13.00 WIB.

Sekitar pukul 13.40 WIB mahasiswa tiba secara berkelompok melalui gerbang belakang DPR RI. Sambil membawa spanduk, poster tuntutan, dan atribut organisasi, massa mahasiswa juga meneriakkan yel-yel.

Suasana semakin ramai dengan orasi yang disampaikan bergantian melalui pengeras suara. Sejumlah mahasiswa meminta agar gerbang DPR dibuka agar mereka bisa menyampaikan aspirasi langsung.

Polisi Ingatkan Demo Hanya Boleh Sampai Pukul 18.00 WIB

Mahasiswa mulai memadati kawasan gerbang belakang Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Antara

Kombes Pol Ade Ary Kabid Humas Polda Metro Jaya mengingatkan bahwa unjuk rasa hanya diperbolehkan hingga pukul 18.00 WIB, sebagaimana aturan yang berlaku dalam penyampaian pendapat, terkait adanya aksi dari elemen buruh di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Dia mengatakan pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan massa aksi terkait aturan itu. Maka dia pun yakin para buruh yang menggelar aksi akan memahami batas waktu tersebut.

“Aspek utama atau prinsip utama dari kegiatan pengamanan ini, Bapak Kapolda Metro Jaya ingin anggota semuanya humanis, ya tidak melakukan hal-hal yang kontraproduktif,” kata Ade Ary di kompleks parlemen.

Dia pun tidak ingin berandai-andai bila nantinya terjadi peristiwa anarkis dalam aksi unjuk rasa. Namun, dia menegaskan kepolisian memiliki prosedur tersendiri dalam menangani hal tersebut.

Aksi Mahasiswa dan Elemen Masyarakat di Depan Gedung DPR Dibubarkan Polisi

Petugas kepolisian menyiapkan water Canon untuk mengurai pengunjukrasa di gerbang utama gedung DPR, Kamis (28/8/2025). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Ribuan massa dari mahasiswa dan elemen masyarakat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) sore.

Pantauan suarasurabaya.net di lokasi, awalnya aksi berjalan tertib. Massa berkumpul sejak siang hari, menyuarakan sejumlah tuntutan dengan membawa spanduk, poster, serta atribut organisasi.

Tapi, situasi mulai memanas sekitar pukul 15.00 WIB. Beberapa peserta aksi terlihat menaiki pagar samping gerbang utama DPR, merusak fasilitas seperti CCTV, bahkan membakarnya. Ketegangan semakin meningkat saat massa melempari batu dan botol air mineral ke dalam area gedung parlemen.

Bentrokan pun tak terhindarkan. Massa berusaha menerobos gerbang, sementara petugas yang berjaga merespons dengan semprotan air dari water cannon.

Tak tinggal diam, peserta aksi membalas dengan melempari aparat menggunakan benda keras. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang mulai tidak terkendali.

Setelah gas air mata ditembakkan, massa aksi terpaksa mundur ke arah kawasan Senayan. Hingga sore, petugas masih bersiaga di sekitar lokasi.

Puluhan Demonstran Ditangkap

Seorang pengunjukrasa depan gerbang gedung DPR RI diamankan petugas dan dibawa masuk ke dalam gedung DPR, Kamis (28/8/2025). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Penangkapan sejumlah pengunjuk rasa dilakukan setelah terjadi aksi bentrok dalam aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat di gerbang utama gedung DPR, Kamis (28/8/2025) sore.

Pasukan penghalau unjuk rasa pun juga mulai bergerak menggiring massa aksi supaya menjauh dari gerbang utama gedung DPR, sekaligus menembakan gas air mata. Beberapa kemudian tertangkap petugas.

Puluhan massa aksi yang tertangkap kemudian diamankan di dalam area gedung DPR, dikumpulkan yang akhirnya mereka dimasukan ke dalam kendaraan taktis kepolisian.

Polisi Lakukan Sterilisasi

Polisi yang mengendarai motor terus menghalau massa pengunjukrasa agar menjauh dari gedung DPR. Selain menghalau, petugas ini juga menembakan gas air mata dan menangkap massa yang melawan. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Aparat Kepolisian terus melakukan sterilisasi untuk mengamankan kawasan sekitar Gedung DPR RI dari massa aksi unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat.

Upaya penghalauan dilakukan hingga ke sejumlah titik, seperti Slipi, Pejompongan, Jalan Gatot Subroto, Jalan Asia-Afrika, dan Patal Senayan.

Meski aparat berusaha membubarkan kerumunan, beberapa kelompok pengunjuk rasa masih bertahan di lokasi. Mereka melepaskan kembang api yang menyebabkan letupan di udara.

Polisi pun kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa tersebut.

Rantis Brimob Lindas Ojol di Pejompongan Picu Kemarahan Massa

Detik-detik seorang ojek online tertabrak dan terlindas mobil rantis milik brimob di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025), Foto: Tangkapan layar/ Istimewa

Insiden puncak kemudian terjadi. Sebuah Kendaraan Taktis (rantis) milik Korps Brimob Polri yang dipakai untuk memecah massa demonstran di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025), melindas seorang pengemudi ojek online yang berada di lokasi.

Dari rekaman video yang viral di media sosial X, rantis polisi itu melaju kencang untuk membubarkan massa. Nahas, seorang pengemudi ojol yang berada di tengah jalan ditabrak dan dilindas rantis. Walau sempat berhenti, mobil yang dikepung massa melaju lagi hingga melindas si korban.

Melihat kejadian itu, massa histeris sambil berupaya mengentikan rantis polisi. Tapi, mobil itu berhasil kabur. Orang-orang yang ada di lokasi langsung berupaya menyelamatkan korban yang ditabrak rantis polisi dengan membawa ke rumah sakit. Informasi terbaru, korban inisial AK (20 tahun) meninggal usai dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kapolri Minta Maaf

Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo Kapolri menyampaikan permintaan maaf atas insiden sopir ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Jakarta Selatan.

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban serta seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol,” kata Kapolri kepada awak media di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.

Kapolri mengatakan bahwa jajaran tengah mencari keberadaan sopir ojol tersebut. Selain itu, dia juga telah memerintahkan Divisi Propam Polri untuk menangani peristiwa ini lebih lanjut.

GoTo Sampaikan Duka Mendalam

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyampaikan duka cita yang mendalam dan keprihatinan atas insiden pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan keprihatinan atas terjadinya insiden di Pejompongan. Doa dan simpati tulus kami sampaikan untuk korban serta keluarga yang terdampak,” ujar Ade Mulya Direktur Public Affairs & Communications GoTo.

Tujuh Personel Brimob Ditahan

Irjen Pol.Abdul Karim Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menyatakan, pihaknya mengamankan tujuh anggota polisi yang melindas pengemudi ojek online (ojol) dengan kendaraan taktis (rantis), di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Anggota Korps Brimob yang ditahan di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya, kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, yaitu Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J.

Kadiv Propam Polri menyebut, pihaknya masih memeriksa ketujuh orang yang berada dalam rantis pada waktu kejadian, untuk mengetahui perannya masing-masing. Dia menjamin proses penyelidikan yang juga melibatkan pihak eksternal akan berjalan transparan.

Kapolda Metro Jaya Tegaskan Polisi yang Lindas Ojol Diproses Hukum

Irjen Pol. Asep Edi Suheri Kapolda Metro Jaya menyanpaikan keprihatian atas kejadian pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia dan luka-luka karena ditabrak lalu dilindas kendaraan taktis (rantis) polisi, Kamis (28/8/2025), di Jakarta.

Sebagai pimpinan wilayah, dia meminta maaf kepada keluarga korban atas insiden yang terjadi waktu aparat berupaya membubarkan massa yang demonstrasi di sekitaran Gedung DPR RI.

Dalam keterangan pers, Jumat (29/8/2025) dini hari, di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Kapolda Metro Jaya menegaskan bakal menindak anggotanya yang melakukan kesalahan. Untuk itu, Polda Metro Jaya melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

“Saya tegaskan di sini, akan menindak tegas anggota yang melakukan kesalahan, pelanggaran terhadap kejadian tadi sore. Ini akan kami serahkan ke Pak Kadiv Propam untuk prosesnya, dan kami akan lakukan setransparan mungkin,” ujarnya.

Kapolri Minta Maaf Secara Langsung ke Keluarga Korban

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Kapolri saat memberi keterangan kepada media usai menemui keluarga ojol yang meninggal usai dilindas mobil rantis Brimob di Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Antara

Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Kapolri pada Jumat (29/8/2025) dini hari, kemudian mendatangai Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

“Kami menyampaikan belasungkawa dan juga minta maaf kepada keluarga almarhum terkait musibah yang terjadi,” kata Listyo saat menemui keluarga korban di RSCM Jakarta, Jumat dini hari.

Menurut dia, permintaan maaf telah diungkapkan secara langsung kepada keluarga korban terutama ayah dari pengemudi ojol yang tewas terlindas kendaraan taktis trsebut.

Listyo mengaku selain bertemu dengan keluarga, pihaknya juga menemui pengurus lingkungan tempat tinggal korban untuk mengurus semua keperluan almarhum.

Kapolri Pastikan Semua Permasalahan Demo Semalam Ditangani

Kapolri mengatakan, akan menangani semua permasalahan yang terjadi dalam demo di DPR RI kemarin malam, secara satu per satu untuk memastikan tertangani dengan baik.

“Nanti kita akan rapatkan. Yang jelas kita tangani semuanya satu persatu,” kata Jenderal Listyo.

Terkait permasalahan tewasnya pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis), kata Listyo, pihaknya akan menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan baik.

Begitu juga, kata dia, permasalahan kericuhan yang terjadi di Mako Brimob Kwitang, semua akan ditangani, agar semua dapat terjaga.

“Saya kira proses akan selalu ada. Yang jelas evaluasi terus akan kita lakukan,” ujarnya.

Listyo kemudian menekankan bahwa pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban, komunitas ojol, serta masyarakat luas terkait peristiwa yang terjadi.

“Sekali lagi, mohon maaf atas peristiwa yang terjadi dan kami mewakili keluarga besar institusi Polri memohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya. (bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil di Jembatan Suramadu, Kondisinya Ringsek

Kecelakaan Bus Tabrak Belakang Truk di KM 749 Tol Sidoarjo-Waru

Pajero Masuk Sungai Menur Pumpungan

Kecelakaan Truk Tabrak Gardu Tol di Gate Waru Utama

Surabaya
Jumat, 29 Agustus 2025
32o
Kurs