Pihak kepolisian saat ini sedang memeriksa tujuh saksi terkait pria yang meninggal dunia penuh luka di depan salah satu kelab malam, kawasan Genteng pada Kamis (27/11/2025) sekira pukul 03.30 WIB.
Iptu Vian Wijaya Kanit Reskrim Polsek Genteng menerangkan, tujuh saksi itu terdiri dari empat orang teman korban dan tiga orang sekuriti.
Polisi menjelaskan, kejadian ini bermula ketika korban MRY (24) dan enam orang temannya berangkat bersama menuju ke sebuah kelab malam di kawasan Genteng, Rabu (26/11/2025) malam.
“Menurut keterangan, korban sengaja meninggalkan handphone di kamar kosnya,” kata Vian dikonfirmasi suarasurabaya.net, Sabtu (29/11/2025).
Setelah tiba di kelab dan dalam kondisi mabuk, seorang teman dan korban terlibat pertikaian. Keduanya sama-sama dalam kondisi mabuk dan emosi.
“Pertikaian itu terjadi begitu cepat. Tapi akhirnya berhasil dipisah,” tambahnya.
Tapi, karena kondisi kelab yang sangat gelap, tidak ada yang mengetahui kalau MRY mengalami luka cukup berat.
Kondisi korban yang berlumuran darah baru diketahui saat berada di toilet karena pencahayaan yang cukup terang.
“Karena kondisi korban yang cukup parah dan ambulance terlalu lama datang, korban sudah mengembuskan napas terakhir, di situ kami dari pihak kepolisian kemudian datang,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami luka robek.
“Kalau dari penglihatan awam, luka robek itu diduga disebabkan benda tajam,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan pada saksi.
“Dari tujuh orang saksi yang kami periksa, bukan tidak mungkin akan ada pemeriksaan saksi tambahan dari kasus ini,” tuturnya. (kir/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
