
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani Perdana Menteri (PM) Qatar dan Menteri Luar Negeri (Menlu) mengatakan pada Kamis (28/8/2025) bahwa Qatar dan Mesir tetap berkomitmen untuk mengakhiri perang di Gaza, meskipun ada “ilusi dan upaya yang mengganggu.”
Berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Badr Abdelatty Menlu Mesir di New Alamein City di pesisir utara Mesir, Al-Thani mengatakan kedua negara bertekad untuk menghentikan apa yang disebutnya “genosida terhadap rakyat di Gaza.”
“Situasi saat ini sungguh disayangkan dan memalukan karena telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa ada tindakan serius dari komunitas internasional,” ujarnya melansir Antara .
Ia mengungkapkan upaya bersama oleh Qatar dan Mesir, yang dikoordinasikan dengan Amerika Serikat, diabaikan oleh Israel meskipun telah berhari-hari dilakukan kontak intensif yang bertujuan untuk mencapai titik temu bagi gencatan senjata dan pembebasan sandera dan tahanan.
Pembicaraan terhenti setelah Israel gagal menanggapi secara resmi proposal yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir yang didukung Hamas pekan lalu.
Abdelatty menegaskan kembali penolakan Mesir terhadap segala upaya pemindahan paksa warga Palestina dan mengatakan bahwa Kairo terus berdialog dengan para mitra Eropa untuk mendesak Israel mengambil langkah-langkah guna mencegah terjadinya “kelaparan dan pembantaian massal” di Gaza.
“Tidak ada ruang untuk mundur. Upaya-upaya untuk mencapai gencatan senjata di Gaza akan terus berlanjut. Kami akan terus berunding dengan pihak AS dan Israel melalui berbagai saluran,” jelasnya. (ant/ata/iss)