Sabtu, 29 November 2025

Surabaya Gelap Malam Hari, Anggota DPD RI Jatim Desak Penindakan Pencuri Kabel PJU

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Lia Istifhama anggota DPD RI Jawa Timur. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Kondisi sejumlah jalan protokol di Surabaya yang tampak gelap dalam beberapa pekan terakhir membuat warga merasa waswas saat beraktivitas pada malam hari. Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak menyala membuat beberapa kawasan ramai menjadi lebih rawan, baik bagi pengendara maupun pejalan kaki.

Lia Istifhama Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur mengungkapkan bahwa kondisi gelap ini bukan akibat gangguan teknis biasa. Ia menyebut maraknya pencurian kabel PJU menjadi penyebab utama padamnya lampu di berbagai titik.

Kabel-kabel tersebut dicuri dari jalur instalasi yang berada di dalam gorong-gorong, dengan pola kejadian yang menurutnya sudah mengarah pada lokasi tertentu dan dilakukan secara berulang.

“Ini bukan sekadar merusak aset negara. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang melintas di jalan-jalan gelap dan merasa tidak aman,” ujar Ning Lia dalam ketetangannya, Sabtu (29/11/2025).

Data yang diterimanya menunjukkan pencurian terjadi di ruas-ruas penting, termasuk Jalan Tunjungan sebelah timur, Jalan Panglima Sudirman sebelah barat, Frontage Timur Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda sisi selatan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Indrapura, Jalan Urip Sumoharjo, serta kawasan lainnya.

Selama periode 12 Februari hingga 28 November 2025, tercatat 17 titik terdampak dengan total kabel hilang sepanjang 2.640 meter. Akibatnya, 88 gawang PJU rusak dan estimasi kerugian daerah mencapai sekitar Rp250,8 juta.

Pemerintah Kota Surabaya saat ini melakukan pemantauan intensif dan memperkuat pengamanan, termasuk menambah patroli di titik rawan. Perbaikan PJU dilakukan bertahap seiring penyusunan langkah penindakan terhadap pelaku pencurian.

Di lapangan, warga mengaku jalan yang gelap membuat risiko kecelakaan meningkat, sementara potensi tindak kriminal seperti penjambretan dan pembegalan ikut menghantui.

“Penerangan jalan itu kebutuhan dasar masyarakat. Ketika padam karena dicuri, warga yang paling merasakan dampaknya,” tegas Ning Lia.

Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga aset publik dan segera memberi laporan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kabel PJU.

Lia mendorong pemerintah daerah dan aparat keamanan bergerak lebih tegas untuk mengungkap dan menghentikan aksi pencurian kabel yang semakin meresahkan. Warga berharap penerangan segera normal sehingga keamanan malam hari kembali terjaga di seluruh wilayah Surabaya. (faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 29 November 2025
27o
Kurs