Rabu, 21 Oktober 2026

10.600 Jemaah Haji Jatim dari 15 Daerah Disiapkan Berangkat Lewat Embarkasi Dhoho pada 2027

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Simulasi operasional di Bandar Udara Dhoho Kediri di Kediri, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (6/1/2024). Foto: Angkasa Pura I Bandara Dhoho Kediri

Sebanyak 10.600 jemaah haji Jawa Timur dari 15 kabupaten/kota disiapkan berangkat ke Tanah Suci melalui Embarkasi Dhoho di Kediri pada 2027.

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur dalam data, Selasa (20/10/2026) mencatat, 15 kabupaten/kota tersebut meliputi Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, dan Bojonegoro.

Mahmudi Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim mengatakan, dari seluruh jumlah jemaah haji tersebut, jika ditotal dengan petugas maka akan berjumlah 10.700 orang.

“Embarkasi Dhoho kita sudah siapkan jemaahnya, yaitu wilayah Kediri dan sekitarnya,” kata Mahmudi.

Pihaknya saat ini mulai mematangkan persiapan untuk pelaksanaan haji 2027, termasuk menyiapkan akomodasi bagi jemaah sebelum pemberangkatan.

Sebelumnya, penggunaan hotel sempat menjadi pertimbangan. Namun, setelah meninjau sejumlah lokasi, Kemenhaj Jatim melihat potensi penggunaan mess milik Gudang Garam di Kediri.

Mahmudi menilai fasilitas tersebut cukup representatif, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan jemaah. Meski demikian, masih diperlukan sejumlah penyesuaian layanan sebelum mess tersebut dapat digunakan.

“Kemarin kami tengok, jadi kami itu melihat kondisi mess itu sangat representatif karena dari segi keamanan, dari segi kenyamanan, jemaah itu akan dapat,” imbuhnya.

Penggunaan mess tersebut masih menjadi opsi yang dipertimbangkan dalam persiapan Embarkasi Dhoho. Kemenhaj Jatim berharap fasilitas itu dapat memenuhi kebutuhan jemaah selama proses pemberangkatan apabila nantinya ditetapkan sebagai lokasi akomodasi.

Di sisi lain, persiapan keberangkatan jemaah haji Jatim 2027 juga sudah mulai berjalan. Dari total kuota sebanyak 42.409 jemaah, proses persiapan meliputi pengurusan paspor, visa hingga pemeriksaan kesehatan.

Mahmudi menegaskan, calon jemaah harus memenuhi syarat istitha’ah kesehatan agar dapat diberangkatkan ke Tanah Suci. Oleh karena itu, pihaknya meminta calon jemaah untuk mempersiapkan kondisi kesehatannya sejak dini.

“Tidak ada toleransi bagi jemaah haji kita yang tidak istitha’ah. Kalau sudah tidak istitha’ah, tentunya tidak bisa berangkat,” pungkasnya.(ris/kir/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Rabu, 21 Oktober 2026
28o
Kurs