Minggu, 1 Februari 2026

113 Motor Hilang Dicuri di Surabaya Raya Selama Januari 2026, Lebih Banyak Dibanding Desember 2025

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Pencurian sepeda motor. Foto: Generate AI

Angka kriminalitas pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Surabaya Raya dan sekitarnya menunjukkan tren peningkatan pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan pendengar Suara Surabaya selama periode Januari 2026, tercatat ada sebanyak 113 kasus kehilangan sepeda motor. Jumlah ini meningkat signifikan sebanyak 24 kasus dibandingkan Desember 2025 yang berjumlah 89 kasus.

Dari total 113 kasus tersebut, sebanyak 14 kasus atau sekitar 12,39 persen dilakukan dengan modus yang lebih agresif, mulai dari dilarikan dengan modus penipuan, perampasan, hingga pembegalan di jalan raya.

Lonjakan laporan terjadi di wilayah hukum Polresta Sidoarjo. Kasus curanmor di Sidoarjo meningkat tajam hingga 110 persen, melonjak dari 15 kasus pada bulan Desember 2025 menjadi 33 kasus di bulan Januari.

Kenaikan signifikan juga terjadi di Polres Gresik yang mencatatkan kenaikan 100 persen, dari 3 kasus pada Desember 2025 menjadi 6 kasus pada Januari 2026. Sementara itu, untuk wilayah Kota Surabaya totalnya 74 kasus, rinciannya Polres Pelabuhan Tanjung Perak mencatat 14 kasus dan Polrestabes Surabaya mengalami sedikit penurunan dari 63 menjadi 60 kasus.

Dari data tersebut, diketahui Kota Surabaya masih menyumbang angka tertinggi dengan 74 kasus atau 65,5 persen dari total laporan di Surabaya Raya sepanjang Januari 2026.

Data menunjukkan selama Januari 2026 pelaku kejahatan tidak hanya menyasar motor yang diparkir, tetapi juga menggunakan berbagai modus operandi untuk mengelabui korban. Salah satu kasus pencurian dengan kekerasan menimpa seorang warga yang dibegal oleh dua orang bersenjata tajam saat pulang kulakan dari Pasar Krian pada dini hari. Kasus serupa juga terjadi di Kletek, di mana motor Scoopy dirampas oleh dua orang berboncengan pada waktu subuh.

Selain kekerasan, beberapa kendaraan raib dibawa lari oleh orang yang dikenal maupun baru dikenal. Di Ngagel, sebuah N-Max dibawa lari oleh teman korban. Bahkan di Gayungan, terdapat modus “dilarikan orang tak dikenal dengan modus mencari pacar”. Ada juga pelaku yang berpura-pura meminta tolong di SPBU MERR sebelum membawa lari motor korban. Ada pula kasus yang dipicu oleh kelalaian, seperti motor Scoopy yang hilang di laundry Keputih karena kunci yang masih tertancap di kendaraan.

Lokasi kejadian (TKP) pencurian sepeda motor di Surabaya Raya sangat beragam. Pada Januari 2026, pencurian kendaraan bermotor terjadi di rumah, kos, dan perumahan sebagai TKP paling dominan. Kasus juga banyak ditemukan di minimarket dan area ritel, fasilitas umum seperti kampus, tempat ibadah, SPBU, serta pusat kuliner. Selain itu, curanmor terjadi di jalan raya dengan modus begal atau perampasan, serta di tempat kerja, menggambarkan bahwa aksi pelaku menyasar baik area sepi maupun ramai.

Pencurian paling banyak terjadi pada dini hari hingga subuh dengan 28 kejadian, disusul malam hari sebanyak 24 kejadian dan sore hari 23 kejadian. Sementara itu, pada pagi hari tercatat 18 kejadian dan siang hari 16 kejadian. Selain itu, terdapat 3 kejadian yang terjadi saat Maghrib serta 1 kejadian dengan waktu yang tidak disebutkan secara jelas.

Beat menjadi motor yang paling banyak dilaporkan hilang dengan sekitar 48 unit, disusul Vario sebanyak 24 unit dan Scoopy sekitar 15 unit. Selain itu, pencurian juga menimpa merek dan tipe lain, seperti N-Max sebanyak 4 unit dan Supra X sebanyak 5 unit.(iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 1 Februari 2026
26o
Kurs