Sebanyak 12 santri yang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar, Sidoarjo.
Menurut dr. Iqbal Faizin, Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, total ada 59 santri yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat atau IGD.
Dari jumlah tersebut, 12 santri membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga harus menjalani rawat inap.
“Kabar terbaru ada 12 pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut yaitu rawat inap, dan ini sudah proses masuk,” katanya pada Selasa (1/9/2026).
Berita terkait: Pasien Santri Diduga Keracunan MBG di RSI Siti Hajar Bertambah Jadi 59 Orang
Iqbal menjelaskan, para santri yang harus menjalani rawat inap mengalami sejumlah keluhan, di antaranya mual, muntah, dan pusing.
Menurutnya, rawat inap diperlukan bagi pasien yang membutuhkan observasi lebih lanjut selama lebih dari dua jam.
“Jadi memang dibutuhkan untuk observasi lebih lanjut lebih dari 2 jam, ya harus rawat inap,” ujarnya.
Sementara itu, pasien lainnya secara bertahap diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinilai membaik. Beberapa pasien masih menjalani observasi sambil menunggu penjemputan atau wali murid.
Pihaknya memastikan seluruh pasien yang tercatat dalam penanganan kasus tersebut merupakan santri.
RSI Siti Hajar memastikan, masih bersiaga meski informasi dari Dinas Kesehatan menyebut kondisi di lokasi kejadian telah mereda. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

