Jumat, 3 April 2026

120 Anak Panti Asuhan Warnai Ibadah Jumat Agung di Bethany Nginden Surabaya

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Para anak panti asuhan pada ibadah Jumat Agung di gereja Bethany Nginden, Surabaya, Jumat (3/4/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Rangkaian ibadah Jumat Agung di Gereja Bethany Nginden Surabaya diisi dengan momen spesial yang melibatkan anak-anak yatim piatu dari sejumlah panti asuhan.

Sebanyak 120 anak dari 9 panti asuhan turut ambil bagian dalam ibadah tersebut. Mengenakan busana serba putih, anak-anak tersebut membawakan pujian dan doa di atas panggung yang diiringi alunan orkestra, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus menyentuh.

Ibadah dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, diawali dengan doa pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian firman Tuhan oleh Pendeta Billy Lantang.

Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya memberi dan memiliki sikap lemah lembut dalam kehidupan sehari-hari.

“Alkitab selalu mengajarkan mulai dari titik memberi. Kalau kamu sudah dapat yang terbaik, memberilah. Dan ada satu kalimat yang luar biasa yang Yesus selalu ajarkan sampai titik darah penghabisan di kayu salib. Itu namanya meekness, kelemahlembutan,” katanya saat menyampaikan khutbah, Jumat (3/4/2026).

“Kalau kita udah meekness kita lemah lembut, orang nanya sama kita, orang minta pendapat, orang bahkan mencontoh hidup kita,” lanjutnya.

Setelah penyampaian firman Tuhan, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan perjamuan kudus yang dilayani oleh para relawan gereja.

Edwin Pendeta sekaligus Humas Gereja Bethany Nginden Surabaya menjelaskan bahwa perjamuan dalam ibadah Jumat Agung menjadi tanda bahwa jemaat telah menerima persekutuan dengan Tuhan melalui Kristus.

“Perjamuan itu kan sebagai tanda bukti kita sudah menerima persekutuan dengan pribadi Tuhan melalui Kristus,” ujarnya waktu ditemui  suarasurabaya.net.

Dalam perjamuan tersebut, jemaat menerima roti hosti atau roti tanpa ragi serta anggur yang melambangkan tubuh dan darah Kristus.

“Ada roti dan anggur, perlambang itu adalah tubuh dan darah Kristus,” ujarnya lagi.

Setelah perjamuan, ibadah ditutup dengan doa dan penampilan orkestra serta pujian yang kembali dibawakan oleh anak-anak dari panti asuhan.(ily/wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 3 April 2026
33o
Kurs