Rabu, 28 Januari 2026

1,5 Juta Vaksin akan Dikirim ke Jatim untuk Mengatasi Wabah PMK Hewan Ternak

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi - Petugas menyuntikkan vaksin ke hewan ternak. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengalokasikan 1,51 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk menekan penyebaran wabah di Provinsi Jawa Timur.

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim menjelaskan, distribusi vaksin akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Sebanyak 453 ribu dosis vaksin dijadwalkan segera tiba dan langsung disebar ke wilayah rawan.

“453 ribu vaksin InsyaAllah akan sampai dan segera didistribusikan untuk pecegahan. Yang sudah terpapar PMK, langsung diobati,” kata Emil, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan Data Dinas Peternakan Provinsi Jatim per 26 Januari 2026, kasus PMK pada hewan ternak meningkat jadi 839 kasus yang tersebar di 19 kabupaten.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 221 ekor sapi dinyatakan sembuh. Sedangkan 605 ekor hewan masih berstatus sakit dan dalam penanganan intensif.

Dinas Peternakan Jatim juga mencatat, delapan ekor sapi dilaporkan mati akibat PMK, sedangkan lima ekor lainnya harus dipotong paksa. Kabupaten Pasuruan menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 103 ekor sapi terjangkit virus.

Emil menjelaskan bahwa peningkatan kasus PMK pada awal 2026 didominasi pada sapi pedaging. Berbagai faktor yang memicu peningkatan virus mulai dari tingginya pergerakan hewan ternak untuk persiapan Iduladha dan faktor pergantian cuaca.

“Pergerakan sapi mulai meningkat menghadapi Hari Raya Kurban dan kondisi (pergantian) musim rawan penyebaran PMK,” jelasnya.

Sementara itu Iswahyudi Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jatim mengatakan, upaya lain untuk menekan penyebaran PMK adalah menerjunkan
petugas kesehatan hewan ke seluruh pasar hewan untuk melakukan pemantauan.

Selain pemantauan di pasar, pemeriksaan juga dilakukan sebelum masuk rumah potong hewan (RPH). Setiap hewan yang menunjukkan gejala PMK tidak diperkenankan dipotong dan langsung diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis.

Meski begitu, Iswahyudi menyebut ketersediaan vaksin PMK untuk ke depannya masih menjadi tantangan. Sebab Jatim membutuhkan total 5 juta dosis vaksin.

“Kami masih menghadapi tantangan pada ketersediaan vaksin anti PMK. Tahun ini, Jatim membutuhkan sekitar 5 juta dosis vaksin untuk melindungi populasi ternak. Namun, vaksin yang tersedia baru 1,5 juta vaksin,” ungkapnya.(wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 28 Januari 2026
27o
Kurs