Pemotor dan penumpangnya yang meninggal dunia usai jatuh tergelincir dan terlindas truk tronton saat melintas di Jalan Raya Arteri Pamotan, Kamis (16/1/2026) kemarin, ternyata merupakan dua Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Identitas keduanya yakni Adinata Putra Ali R (23 tahun), laki-laki warga Kecamatan Krian, Sidoarjo, dan Adzra Sybil Alvina (23 tahun), perempuan warga Kecamatan Sidoarjo Kota, Sidoarjo.
Keduanya merupakan Praja IPDN tingkat akhir yang tengah berada di Sidoarjo dalam rangka menyelesaikan tugas akhir penyusunan skripsi. Namun naas, maut lebih dulu merengut keduanya.
Informasi tersebut disampaikan Putir Renggswati pendengar Suara Surabaya sekaligus salah satu kerabat korban Alvina, Jumat (16/1/2026). Putir mengatakan, Alvina merupakan teman anaknya yang merupakan alumnus SDN Cemengbakalan, Sidoarjo.
“Saya membayangkan, saya sebagai orang tua yang tinggal memetik, habis nyepakno (sudah mempersiapkan), tiba-tiba, mendadak harus menerima duka, yang kami juga ngga mengira,” ujar Putir saat mengudara di Radio Suara Surabaya dengan isak tangis.
Dia kemudian mengenal almarhum sebagai individu yang baik dan cerdas. “Prestasinya Vina ini memang luar biasa. Sehingga dia satu-satunya dari Desa saya di Cemengbakalan ini yang lolos IPDN. Jadi kami atas nama SDN 2 Cemengbakalan, kami mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya mbak Vina,” ujarnya.
Sementara itu Iptu Yanu, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo saat dikonfirmasi turut membenarkan, saat kecelakaan kedua korban mengenakan seragam Praja IPDN.
“Posisi waktu kecelakaan (korban) pakai seragam IPDN. Salah satu (indikasinya) begitu,” ujar Iptu Yanu waktu dikonfirmasi suarasurabaya.net, Jumat siang.
Dia juga mengatakan bahwa kendaraan besar yang melindas kedua korban usai terjatuh itu, terindikasi kuat melarikan diri karena langsung meninggalkan lokasi.
“Indikasi awal seperti itu. Karena pada saat kejadian kan ada bekas lindasan, dan juga pihak-pihak atau kendaraan yang terlibat waktu itu diketahui sudah enggak ada, tinggal yang korban ini saja,” ujar Iptu Yanu.
Ia mengatakan, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan mencari petunjuk di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga kini, jenis dan ciri kendaraan yang diduga terlibat masih belum bisa dipastikan.
Demikian soal muatan maupun warna truk yang diduga terlibat, Iptu Yanu menyebut keterangan saksi masih belum konsisten.
“Ini yang kita perdalam. Sementara karena masih berubah-berubah (keterangannya), waktu itu kan hujannya lebat juga waktu kejadian. Jadi saksi itu menjelaskannya kendaraan besar gitu aja, enggak bisa spesifik menyampaikan (ciri-cirinya),” ucapnya.
Kanit Gakkum menjelaskan, pihaknya saat ini masih fokus menginventarisir rekaman kamera pengawas/CCTV yang ada di sekitar Jalan Raya Arteri Pamotan. Tujuannya Ia mengakui kondisi lokasi yang sebagian besar tanah kosong dan persawahan, menyulitkan proses penyelidikan karena minim fasilitas pendukung.
Karenanya, Ia juga meminta bantuan dari masyarakat, khususnya yang melintas di sekitar lokasi kejadian pada, hari Kamis (15/1/2026) kemarin, interval pukul 15.00-15.30 WIB, untuk memberikan informasi tambahan kepada kepolisian.
“Dan juga minta bantuan dari rekan-rekan. Apabila waktu itu kebetulan melintas ada dashcam atau seperti apa petunjuk-petunjuk, bisa infokan kepada Satlantas Polresta Sidoarjo,” pungkasnya. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
