Senin, 19 Januari 2026

21 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Luka-Luka dalam Tabrakan 2 Kereta Cepat di Spanyol

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kecelakaan kereta cepat di Adamuz, Provinsi Cordoba, Andalusiam selatan Spanyol. Foto: Al Jazeera

Sedikitnya 21 orang tewas dalam insiden tabrakan dua kereta cepat di wilayah selatan Spanyol, Minggu (19/1/2026) malam waktu setempat, tepatnya di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, Andalusia.

Oscar Puente Menteri Transportasi Spanyol, mengatakan, selain 21 orang tewas, sebanyak 30 lainnya mengalami luka serius dan telah dilarikan ke rumah sakit.

“Tiga puluh orang yang terluka berada dalam kondisi serius dan sudah mendapatkan perawatan medis,” ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Atocha, Madrid, Senin (19/1/2026).

Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Puente menyebut insiden ini “sangat aneh” karena terjadi di jalur lurus yang baru saja diperbarui pada Mei lalu.

“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan,” katanya seperti dilansir kantor berita Al Jazeera.

Menurut operator kereta api nasional Spanyol, ADIF, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Bagian belakang kereta yang melayani rute Malaga–Madrid, dengan sekitar 300 penumpang, tergelincir dari rel dan kemudian menabrak kereta lain yang melaju dari Madrid menuju Huelva dengan sekitar 200 penumpang.

Penyiar publik Televisión Española melaporkan bahwa masinis kereta Madrid–Huelva termasuk di antara 21 korban tewas. Media tersebut juga menyebut total korban luka mencapai sekitar 100 orang, meski angka resmi yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi serius berjumlah 30 orang.

Untuk menangani insiden ini, pemerintah daerah Andalusia mengerahkan lima unit mobil ICU bergerak, empat unit perawatan darurat kritis, serta puluhan ambulans. Fokus utama tim penyelamat adalah menstabilkan kondisi korban di lokasi sebelum mengevakuasi mereka ke rumah sakit terdekat.

Merespon hal ini, Juanma Moreno Presiden Pemerintah Daerah Andalusia, menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. “Solidaritas dan dukungan kami untuk semua yang terdampak,” tulisnya.

Sementara Pedro Sanchez Perdana Menteri Spanyol, juga menyampaikan duka mendalam. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai “malam penuh duka bagi Spanyol”.

“Hari ini adalah malam yang penuh kesedihan bagi negara kita akibat kecelakaan kereta api tragis di Adamuz. Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban. Tidak ada kata-kata yang bisa mengurangi penderitaan sebesar ini, tetapi seluruh bangsa berdiri bersama mereka di saat sulit ini,” tulis Sanchez di akun X.

Akibat kecelakaan tersebut, seluruh perjalanan kereta dari wilayah Andalusia menuju Madrid untuk sementara dihentikan. Layanan dari Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Huelva dipastikan tidak beroperasi setidaknya hingga Senin.

Salvador Jimenez, jurnalis penyiar publik RTVE yang juga salah satu penumpang mengatakan dirinya berada di dalam kereta Malaga–Madrid saat kecelakaan terjadi.

Ia menuturkan bahwa dua gerbong terakhir keluar dari rel, dengan gerbong paling belakang sampai terguling sepenuhnya ke samping. “Rasanya seperti terjadi gempa bumi beberapa saat sebelum tabrakan,” ujarnya. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 19 Januari 2026
32o
Kurs