Sebanyak 25 kabupaten di Jawa Timur mengajukan bantuan air bersih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menangani dampak kekeringan selama musim kemarau.
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, permintaan tersebut disampaikan daerah melalui surat status darurat. Jumlah daerah yang mengajukan bantuan bertambah dari 24 menjadi 25 daerah dalam beberapa hari terakhir.
“Daerah yang membutuhkan droping air sudah mengeluarkan surat darurat, ada 24 daerah terus beberapa hari kemarin bertambah satu daerah, jadi 25 daerah,” kata Khofifah setelah meninjau pendistribusian bantuan air bersih di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10/2026.
Menurut Khofifah, kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur tidak terlepas dari kondisi El Nino yang membuat musim kemarau berlangsung lebih kering dan panjang.
Namun, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan sejumlah langkah, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan yang dapat dipicu menjadi hujan.
Pelaksanaan OMC, kata Khofifah, tetap dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Di beberapa tempat hujan ringan sampai dengan sedang,” ujarnya dilansir dari Antara.
Selain OMC, Pemprov Jatim melakukan pipanisasi untuk mengalirkan air dari sumber mata air menuju permukiman warga yang mengalami kekeringan.
Di Kabupaten Malang, misalnya, pipanisasi telah dibangun di Kecamatan Singosari sepanjang 17 kilometer dan terhubung dengan sumber air dari kawasan Gunung Arjuno.
Pipanisasi juga dilakukan di kawasan permukiman sekitar Gunung Bromo dengan panjang jaringan antara 11 hingga 16 kilometer.
Sementara di Desa Pagak, Pemprov Jatim melihat adanya potensi pembangunan sumur bor sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat ketika sumber air mengalami keterbatasan.
Gatot Soebroto Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengatakan, seluruh 25 daerah yang mengajukan bantuan air bersih merupakan kabupaten. Tidak ada pemerintah kota yang masuk dalam daftar tersebut.
25 kabupaten yang mengajukan bantuan air bersih yakni Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, Sampang, Kediri, Nganjuk, dan Sumenep.
“Kalau untuk detailnya yang sudah mengeluarkan status darurat, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, dan Malang,” kata Gatot.
Gatot menjelaskan, bantuan air bersih terutama diberikan kepada daerah yang masyarakatnya berada cukup jauh dari sumber mata air. Rata-rata wilayah yang membutuhkan suplai memiliki jarak sekitar tiga kilometer dari sumber air dan masuk kategori kering kritis.
“Seandainya di bawah tiga kilometer masih bisa ditangani oleh daerah,” tuturnya.
Untuk penanganan di Desa Pagak, BPBD Jatim telah menyalurkan bantuan berupa 100 jeriken, tiga tandon bundar, dan dua tandon lipat.
“Alhamdulillah di sini (Desa Pagak) kami sudah memberikan 100 jerigen, tiga tandon bundar, dan dua tandon lipat,” ujar Gatot. (ant/saf/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

