Tercatat 273 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo menjadi korban keracunan diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG).
Subandi Bupati Sidoarjo memastikan, dari 273 korban itu tidak ada yang meninggal, semuanya ditangani di tiga rumah sakit.
Rinciannya, 200 santri di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, 58 siswa di RSI Siti Hajar, dan 15 lainnya di RS Delta Surya.
“Jadi, semuanya anak-anak kita yang dibawa rumah sakit semua sudah termonitor semua ya. Ini tadi yang sudah sembuh-sembuh tak suruh pulangkan ya. Nanti enggak ada bahasa yang meninggal ini enggak ada ya,” katanya usai meninjau pasien di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Selasa (1/9/2026).
Ia memastikan semua pasien mendapat penanganan dari ketiga rumah sakit tempat para korban dievakuasi.
“Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini. Kita kontrol semuanya sudah tertangani dengan baik. Nanti hari ini kita pindah di Rumah Sakit Siti Hajar ya,” ungkapnya.
Beberapa korban dilaporkan membaik langsung dipulangkan namun Subandi belum bisa menyebut jumlah pastinya.
“Jadi, saya menghimbau dari Bapak Wali Santri semuanya enggak usah ada kekhawatiran. Kita sebagian pimpinan daerah sudah memaksimalkan dalam pelayanan ya, enggak usah ada kekhawatiran. Sampai anak panjenengan semua akan sembuh. Ya, karena sudah kita instruksikan direktur rumah sakit sampai anak ini selesai semuanya baru kita pulihkan, pulang. Ya, jadi enggak usah ada kekhawatiran ya,” paparnya lengkap ke para wali santri yang ikut merekam doorstop awak media.
Sementara Dokter Prima Dessy Kusuma Rakhmawati Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Notopuro Sidoarjo membenarkan sedang observasi pasien dan akan dievaluasi jika membaik boleh dipulangkan yang kondisinya membaik.
“Sedang didata (jumlah korban yang pulang karena membaik). Masih dievaluasi dulu (kondisi pasien) insyaAllah nanti ada yang pulang,” jelasnya. (lta/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

