Menurut Sofwan, kondisi jenazah yang telah lama terendam membuat proses identifikasi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Tim DVI harus mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem yang sebelumnya telah dikumpulkan dari keluarga.
Data pembanding tersebut dapat berupa ciri-ciri fisik tertentu yang masih dapat dikenali. Tanda lahir hingga struktur gigi menjadi bagian yang dapat membantu tim memastikan identitas korban.
“Jika ada ciri fisik yang khas tentu sangat membantu, misal tanda lahir ataupun struktur gigi,” jelasnya dilansir dari Antara.
Selain itu, tim juga akan memeriksa kemungkinan penggunaan sidik jari. Apabila pola sidik jari korban masih dapat terdeteksi, proses pencocokan identitas dapat dilakukan dengan lebih mudah.
“Kami mohon doa semoga bisa segera diketahui identitas korban dan keluarga dapat membawa pulang jenazah untuk dimakamkan,” ujar Sofwan.

NOW ON AIR SSFM 100

