Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan langsung melakukan identifikasi terhadap tiga korban meninggal dunia yang ditemukan dari bangkai KM Virgo Transport 8 di bawah laut Jawa.
Ketiga jenazah tersebut diterima tim DVI untuk menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Jumat (18/9/2026) malam.
Proses dilakukan dengan mencocokkan kondisi jenazah dengan data pembanding milik keluarga korban.
Kombes Pol dr Much Sofwan Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan mengatakan bahwa proses identifikasi membutuhkan ketelitian karena jasad korban telah cukup lama berada di dalam air.
“Jasad korban sudah kami terima dan langsung dilakukan identifikasi,” kata Sofwan di Banjarmasin, Jumat malam.
Menurut Sofwan, kondisi jenazah yang telah lama terendam membuat proses identifikasi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Tim DVI harus mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem yang sebelumnya telah dikumpulkan dari keluarga.
Data pembanding tersebut dapat berupa ciri-ciri fisik tertentu yang masih dapat dikenali. Tanda lahir hingga struktur gigi menjadi bagian yang dapat membantu tim memastikan identitas korban.
“Jika ada ciri fisik yang khas tentu sangat membantu, misal tanda lahir ataupun struktur gigi,” jelasnya dilansir dari Antara.
Selain itu, tim juga akan memeriksa kemungkinan penggunaan sidik jari. Apabila pola sidik jari korban masih dapat terdeteksi, proses pencocokan identitas dapat dilakukan dengan lebih mudah.
“Kami mohon doa semoga bisa segera diketahui identitas korban dan keluarga dapat membawa pulang jenazah untuk dimakamkan,” ujar Sofwan.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga jasad korban Kapal Virgo Transport 8 dari dalam badan kapal yang berada di bawah laut.
Tiga korban tersebut terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan. Ketiganya kemudian diserahkan kepada tim DVI untuk menjalani proses identifikasi guna memastikan identitas masing-masing korban. (ant/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

