Dodit menjelaskan, berdasarkan keterangan penumpang yang selamat, kendaraan tersebut merupakan travel yang membawa sejumlah orang dengan tujuan yang sama, yakni Stadion GBT. Namun, para penumpang tidak seluruhnya saling mengenal karena berasal dari kelompok berbeda.
“Jadi mungkin kenal barengannya, dua atau tiga orang, itu yang kenal. Yang penumpang yang lainnya tidak kenal,” ungkap Dodit.
Kondisi itu menyulitkan petugas dalam mengidentifikasi seluruh korban, terutama ketika dokumen identitas belum ditemukan.
“Makanya kami terkendala untuk identitas korban. Karena kami cari identitas KTP-nya belum ketemu. Kami tanya-tanya penumpang yang lain yang notabene sama-sama mengalami kecelakaan, juga tidak tahu,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dodit mengungkapkan bahwa kecelakaan terjadi ketika HiAce yang melaju dari arah Yogyakarta menuju Surabaya, menabrak bagian belakang truk yang berjalan di lajur kiri. Polisi menduga pengemudi HiAce mengantuk atau kurang berkonsentrasi saat berkendara.






