Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur mencatat, sebanyak 42.409 jemaah haji Jatim akan berangkat ke Tanah Suci pada 2027, termasuk 2.210 jemaah lanjut usia (lansia).
Mahmudi Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim mengatakan, kuota haji Jatim pada 2027 masih sama dengan kuota sebelumnya, termasuk untuk lansia.
“Jadi, tetap kuota lama dan tentunya ini kita sudah persiapkan jemaah-jemaah yang sudah kita verifikasi dan alhamdulillah sudah ketemu dengan angka itu,” katanya di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (19/10/2026).
Mahmudi menjelaskan, calon jemaah yang berusia lanjut tetap bisa berangkat ke Tanah Suci selama memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan.
Sebaliknya, gangguan kesehatan tertentu, termasuk demensia yang memengaruhi kemampuan mengingat, menjadi perhatian dalam penilaian kelayakan.
“Yang jelas, lansia ini mereka tidak mempunyai penyakit yang tidak diperbolehkan masuk,” ucapnya.
Kanwil Kemenhaj menegaskan, seluruh calon jemaah haji 2027 harus memenuhi syarat istitha’ah kesehatan karena menjadi penentu keberangkatan ke Tanah Suci.
“Tidak ada toleransi bagi jemaah haji kita yang tidak istitha’ah. Kalau sudah tidak istitha’ah, tentunya tidak bisa berangkat,” ujarnya.
Seluruh calon jemaah haji asal Jatim yang telah melalui proses verifikasi tersebut, saat ini mulai menjalani tahapan persiapan administrasi keberangkatan.
“Sekarang sudah proses daripada paspor dan insya Allah tentunya juga lagi sebentar lagi tentang kesehatan ya ini,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

