Sebanyak 45 orang mendaftar sebagai calon anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur periode 2026 – 2030.
Suko Widodo Anggota Tim Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Pendidikan Jatim mengatakan, calon anggota terpilih harus memiliki pengalaman, kematangan berpikir, serta visi ke depan untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital.
“Orang-orang yang harus cocok di zamannya. Jadi, zaman ini kita tahu bahwa era digital perubahannya luar biasa, kita harus belajar betul. Karena itu, kita memang mencari orang-orang yang mumpuni,” katanya di Kantor Dinas Pendidikan Jatim pada Selasa (13/10/2026).
Suko menyebut, perkembangan teknologi telah mengubah cara murid belajar dan mengakses informasi.
Sehingga, tenaga pendidik dan Dewan Pendidikan harus mampu mengikuti perubahan tersebut agar pendidikan di Jatim tidak tertinggal.
“Kalau gurunya tidak disiapkan, kalau kemudian Dewan Pendidikan juga tidak mengingatkan hal semacam itu, saya kira juga kita akan ketinggalan,” ujarnya.
Ia menilai, komposisi Dewan Pendidikan ke depan tidak harus seluruhnya berasal dari kalangan pendidikan, tetapi pengusaha, budayawan, hingga seniman juga berpeluang bergabung selama memiliki kepedulian dan kontribusi terhadap dunia pendidikan.
Dengan adanya keterlibatan berbagai profesi, ia berharap Dewan Pendidikan bisa memperluas perspektif dalam merumuskan masukan bagi pengembangan pendidikan, termasuk dalam penguatan etika, karakter, serta talenta murid di berbagai bidang, termasuk seni, olahraga, hingga budaya.
“Jadi komposisinya agak lengkap, tapi yang punya kontribusi terhadap pendidikan,” ucapnya.
Suko juga berharap pendidikan Jatim semakin berdaya saing internasional. Menurutnya, potensi tersebut didukung keberadaan sekolah dengan orientasi internasional serta pondok pesantren yang juga mampu menarik peserta didik dari berbagai daerah hingga negara lain.
Sementara itu, Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim mengatakan, pendaftaran calon anggota Dewan Pendidikan periode 2026 – 2030 masih berlangsung hingga 16 Oktober 2026, sehingga masih ada potensi jumlah pendaftar bertambah.
“Dewan pendidikan ini adalah bagian dari regulasi yang memang harus disiapkan di masing-masing provinsi, kabupaten/kota. Nah, kebetulan Dewan Pendidikan kita di akhir Desember nanti sudah akan berakhir masa jabatan tugasnya 2022-2026,” jelasnya.
Aries mengapresiasi kontribusi Dewan Pendidikan periode sebelumnya yang telah menjalankan berbagai program secara berkesinambungan bersama Dinas Pendidikan Jatim untuk mendukung program Jatim Cerdas.
Untuk periode berikutnya, Aries berharap Dewan Pendidikan diisi anggota dengan latar belakang yang beragam, mulai dari praktisi pendidikan hingga pengusaha, budayawan, dan seniman.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan berbagai potensi murid.
Oleh karena itu, masukan dari beragam latar belakang profesi menurutnya dibutuhkan untuk mendukung pengembangan talenta peserta didik secara lebih menyeluruh.
“Proses pendidikan bukan hanya akademik. Di situ ada talenta-talenta terbaik kita, anak-anak murid kita, ada di bidang olahraga, ada di bidang seni, ada di bidang budaya,” ujarnya.
Seperti diketahui, dari seluruh jumlah pendaftar nantinya, pansel akan menyeleksi untuk mengisi kebutuhan sekitar sebelas anggota Dewan Pendidikan Jatim periode 2026 – 2030. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

