Sekitar 50 ambulans disiagakan di sekitar Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, untuk membantu penanganan pasien yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah seorang pengemudi ambulans berinisial S mengatakan, dirinya saat ini bersiaga di Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di kompleks Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
“Saya stand by di MTs depan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin. Sekitar 50-an ambulans yang stand by di sini,” katanya kepada Radio Suara Surabaya, Selasa malam.
Menurut S, sejumlah ambulans telah beberapa kali membawa pasien dari pondok pesantren menuju rumah sakit.
Dalam kondisi tertentu, ambulans harus melakukan perjalanan pulang-pergi hingga beberapa kali untuk mengantar pasien mendapatkan penanganan medis.
“Teman-teman juga dua-tiga kali pulang pergi ke rumah sakit,” ujarnya.
Dari fasilitas kesehatan yang menaunginya, satu unit ambulans dikerahkan dengan personel satu pengemudi dan dua tenaga medis.
Menurut S, komposisi tersebut merupakan personel maksimal yang dapat diberangkatkan dalam satu ambulans.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, proses penanganan pasien masih berlangsung.
“Pasien yang masih bisa ditangani di pondok, akan ditangani di pondok. Ditangani oleh Dinas Kesehatan, RS terdekat, puskesmas terdekat,” katanya.
S menyebut sekitar 100 pasien masih menjalani perawatan di lingkungan pondok pesantren. Mereka merupakan pasien dengan gejala ringan, antara lain mengalami mual, tetapi masih dapat diajak berkomunikasi dan tidak sampai kehilangan kesadaran.
Pasien dengan gejala ringan tersebut dirawat di sejumlah lokasi di dalam kompleks Pondok Pesantren Manbaul Hikam, termasuk aula dan masjid yang berada di dekat pintu masuk pondok.
Sementara pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Proses penanganan dan pemilahan kondisi pasien masih dilakukan oleh petugas kesehatan di lokasi. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

