Sebanyak 57 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo.
Puluhan santri tersebut harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dr. H. Iqbal Faizin Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, hingga Selasa (1/9/2026) pukul 21.15 WIB, para pasien masuk melalui ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Sampai pukul 21.15 tercatat ada pasien masuk melalui IGD hampir 60,” katanya kepada suarasurabaya.net pada Selasa malam.
Iqbal memastikan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan. Ia mengatakan, pasien yang kondisinya stabil, masih menjalani observasi, sementara pasien yang membutuhkan rawat inap dipindahkan ke kamar perawatan.
Pihak rumah sakit juga memastikan masih memiliki kapasitas untuk menerima pasien tambahan apabila diperlukan.
“Kami masih bisa menampung kira-kira hampir 50-an pasien lagi. Insya Allah semuanya terkondisikan dengan baik, baik keluarga maupun pasien,” ujarnya.
Ia menambahkan, keluarga pasien berada di luar ruang perawatan, sementara pasien mendapatkan penanganan di dalam rumah sakit.
Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.
KH Abdul Wahid Harun Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam mengatakan, para santri mulai mengalami mual dan muntah beberapa jam setelah menyantap makanan MBG.
“Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” kata Abdul Wahid.
Jumlah santri yang mengalami keluhan kemudian terus bertambah hingga diperkirakan lebih dari 100 orang dari total sekitar 1.000 santri. Para santri yang terdampak merupakan siswa tingkat SMP dan SMA atau sederajat MTs dan MA. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

