“Kita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan, kita sediakan di awal 2027, sebelum musim kemarau tahun depan kami upayakan,” ujar Khofifah, Kamis (15/10/2026).
Khofifah menjelaskan, Kabupaten Sumenep menjadi salah satu dari 25 kabupaten di Jawa Timur yang menetapkan status darurat kekeringan.
Untuk penanganan sementara, Pemprov Jatim terus melakukan distribusi bantuan air bersih dan sejumlah sarana penampungan air bagi masyarakat terdampak.
Anggaran senilai Rp130 juta telah dialokasikan Pemprov Jatim untuk mendukung kegiatan distribusi air bersih di Kabupaten Sumenep. Bantuan itu meliputi 540 jeriken berkapasitas 15 liter, 90 tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta 200 lembar terpal.
Khusus di Dusun Marang, yang dihuni 595 jiwa terdampak kesulitan air bersih, bantuan disalurkan melalui dua truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Warga juga menerima tiga tandon air, dua tandon lipat, dan 150 jeriken.
NOW ON AIR SSFM 100

