Rabu, 2 September 2026

75 Santri Manbaul Hikam Diduga Keracunan MBG Ditangani RSI Siti Hajar, 35 Rawat Inap

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ambulans masih berdatangan di RSI Siti Hajar, Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026) tengah malam. Foto: Risky suarasurabaya.net

Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin yang mendapat penanganan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo akibat dugaan keracunan MBG kembali bertambah.

Data terbaru RSI Siti Hajar Sidoarjo mencatat sebanyak 75 pasien telah masuk dan mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Menurut dr. Iqbal Faizin Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dari total 75 pasien tersebut, sebanyak 35 pasien harus menjalani rawat inap.

Sementara 32 pasien lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sedangkan sisanya masih menjalani observasi di rumah sakit.

“Ada pasien lagi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, ini sudah proses masuk,” katanya, pada (1/9/2026).

Ia menjelaskan, pasien yang harus menjalani rawat inap umumnya mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan pusing.

Mereka membutuhkan observasi lebih lanjut sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Mual, mual, muntah, pusing. Jadi memang dibutuhkan untuk observasi lebih lanjut lebih dari 2 jam, ya harus rawat inap,” ujarnya.

Pihak RSI Siti Hajar juga masih bersiaga untuk memberikan penanganan apabila kembali ada pasien yang membutuhkan perawatan.

Sebelumnya diberitakan, lebih dari 100 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

KH Abdul Wahid Harun Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menjelaskan, dugaan keracunan itu bermula setelah para santri menyantap makanan MBG selepas salat Zuhur.

“Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” kata Gus Wahid saat on air di Radio Suara Surabaya.

Menurutnya, gejala tersebut awalnya dialami beberapa santri. Namun, jumlah santri yang mengalami mual dan muntah kemudian terus bertambah.

“Satu per satu diantar ke rumah sakit. Kemudian jumlahnya tambah banyak dan tambah banyak,” ujarnya.

Hingga Selasa malam pukul 24.00, jumlah santri yang mengalami keluhan diperkirakan sudah lebih dari 300 orang, dibawa ke 8 Rumah Sakit. Mereka merupakan santri tingkat SMP dan SMA atau setara Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Jumlah tersebut berasal dari total sekitar 1.000 santri yang tinggal dan mengikuti kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam.(ris/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 2 September 2026
24o
Kurs