Jumat, 20 Maret 2026

Anggota DPR Nilai Kebijakan WFH untuk Respon Kenaikan Harga Minyak Dunia Perlu Dikaji

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Muhammad Khozin anggota Komisi II DPR RI. Foto: Antara

Muhammad Khozin anggota DPR RI mengatakan menilai kebijakan work from home (WFH) oleh pemerintah sebagai respons atas eskalasi di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga minyak dunia, perlu dilakukan mitigasi secara komprehensif berbasis efektivitas dan efisiensinya.

“Perlu dikaji secara presisi pilihan format WFH yang akan ditempuh oleh pemerintah dengan memperhatikan efektivitas layanan publik, efisiensi BBM, dan ekonomi masyarakat,” kata Khozin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/3/2026) seperti dikutip Antara.

Menurut anggota DPR daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur (Jatim) IV (Jember dan Lumajang) itu, pengalaman Indonesia pada masa Covid-19 pada 2020-2021 menjadi data yang dapat menjadi bahan penting dalam merumuskan kebijakan WFH tersebut.

Menurut dia, kebijakan WFH mesti didasari pada data konkret di lapangan, mulai soal demografi, efektivitas kebijakan, serta pertimbangan ekonomi masyarakat setempat. “Jadi, betul-betul didasari data kuantitatif lapangan dalam penerbitan kebijakan ini,” ucap Khozin.

Menurutnya, kebijakan yang akan ditempuh tidak hanya mempertimbangkan satu aspek saja, namun berbagai aspek mesti dijadikan dasar dalam penerbitan kebijakan. Ia mencontohkan rencana penerapan satu hari WFH dalam sepekan dinilai tidak memiliki dampak signifikan pada aspek penghematan BBM.

“Jadi, multiaspek mesti dijadikan rujukan dalam penerbitan kebijakan WFH ini. Bisa juga dimulai dari daerah dengan mobilitas kerja tinggi seperti Jakarta, Depok, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya,” kata Khozin.

Selain itu, Khozin menyebutkan situasi saat ini menjadi momentum tepat untuk mendesain transportasi publik yang baik dan efektif di daerah-daerah. Menurut dia, jika aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta secara optimal menggunakan transportasi publik dapat berdampak signifikan dalam konsumsi BBM.

“Pemda mesti mendesain transportasi umum yang nyaman dan aman sehingga ASN dan pekerja swasta dapat mengoptimalkan penggunaan transportasi umum. Langkah ini selain efisien dalam konsumsi BBM, juga menjaga kelestarian lingkungan dengan berkurangnya polusi udara,” ujar Khozin.

Untuk diketahui, Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan pemerintah tengah menyiapkan skema kerja fleksibel berupa WFH sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak.

“Terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, dimana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home,” ujar Airlangga dalam pernyataan pers usai rapat terbatas dengan Prabowo Subianto Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026) sore kemarin.

Airlangga menjelaskan kebijakan tersebut dirancang dengan memberikan fleksibilitas satu hari WFH dalam lima hari kerja. Skema itu tidak hanya ditujukan bagi ASN, tetapi juga meliputi sektor swasta dan pemerintah daerah. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Jumat, 20 Maret 2026
29o
Kurs