Selasa, 17 Maret 2026

Antrean di Gilimanuk Makin Panjang, Menteri Perhubungan Dikabarkan Akan Tinjau Langsung

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Antrean kendaraan di Gate Masuk Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Selasa (17/3/2026) pagi. Foto: Arif Kuswardaya Suara Surabaya

Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan akan meninjau langsung kondisi penyeberangan pemudik Nyepi dan Lebaran di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk pada Selasa (17/3/2026).

Kedatangan menteri ini diharapkan dapat mendorong percepatan sekaligus membuka kemungkinan menambah kapal feri dari Pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang.

Mengingat antrean kendaraan terjadi sejak Minggu (15/3/2026). Sampai Selasa, pada pukul 10.21 WIB, Arif Kuswardaya, Tim Liputan Mudik Suara Surabaya melaporkan antrean kendaraan menuju Gilimanuk masih terjadi.

“Semakin panjang, antrean sudah sejak area Candikusuma atau 21 kilometer dari pelabuhan,” ujarnya.

Irjen Pol Agus Suryonugroho Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri pada Minggu (15/3/2026) menyebut, lonjakan kendaraan terjadi karena masyarakat memilih menyeberang lebih awal sebelum aktivitas di Bali dihentikan saat Nyepi pada 19 Maret 2026.

Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi kepadatan di jalur menuju pelabuhan tersebut. Salah satu langkah yang ditempuh adalah penambahan kapal penyeberangan.

Perlu diketahui, layanan penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk akan dihentikan sementara selama perayaan Hari Raya Nyepi 2026. Penutupan operasional pelabuhan berlangsung selama tiga hari, pada 18-20 Maret 2026.

Berdasarkan keterangan resmi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), penutupan Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dimulai pada Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk di Bali akan ditutup mulai Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 WITA hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WITA.

Windy Andale Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry menjelaskan, penyesuaian operasional ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai keagamaan dan budaya masyarakat Bali.

“Transportasi nasional tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga berjalan selaras dengan nilai religi, budaya, dan kearifan lokal masyarakat,” kata Windy.(ant/iss/faz)

 

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 17 Maret 2026
33o
Kurs