“Terminal Sri Tanjung dengan muatan 80 kendaraan sudah terisi 60. Tapi seiring berjalannya waktu pelan-pelan akan terjadi pengurangan,” ujarnya.
Selain rekayasa lalu lintas di darat, kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak pelabuhan untuk mempercepat penguraian kendaraan. Salah satunya yang sedang dibahas, yakni menambah jumlah operasional kapal untuk melayani penyeberangan.
Saat ini, menurut Ridho, terdapat 25 kapal yang beroperasi. Jumlah tersebut memungkinkan ditambah hingga 32 kapal apabila kondisi dinilai mendesak.
“Kami terus berkomunikasi dengan pihak ASDP untuk melakukan penambahan kapal. Sampai saat ini yang beroperasi itu ada 25 kapal. Dan apabila memang keadaan sangat urgen atau memang keadaan sangat mendesak, itu bisa penambahan sampai 32 kapal,” jelasnya.
Ridho berharap penambahan kapal dapat segera dilakukan sehingga kendaraan yang masih berada di kantong-kantong parkir maupun badan jalan bisa lebih cepat masuk ke pelabuhan.

NOW ON AIR SSFM 100

