Arab Saudi menegaskan kepada Teheran, Iran, bahwa pihaknya tidak segan untuk membalas serangan Iran dengan cara yang sama jika Iran terus-menerus melakukan serangan terhadap kerajaan dan sektor energi Riyadh.
Reuters melaporkan, pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (7/3/2026), saat Masoud Pezeshkian Presiden Iran meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang dilakukan, guna meredam amarah dan konflik antarnegara.
Sebelum itu, Pangeran Faisal bin Farhan Menteri Luar Negeri Arab Saudi melakukan pembicaraan dengan Abbas Araqchi Menteri Luar Negeri Iran dan menerangkan posisi Riyadh dalam konflik AS-Israel dengan Iran.
Ia mengatakan Arab Saudi terbuka dengan segala bentuk penyelesaian diplomatik guna meredakan ketergangan dan mencapai penyelesaian melalui negosiasi.
Pangeran Faisal juga menekankan bahwa Riyadh maupun negara-negara Teluk lainnya tidak akan mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.
Namun jika serangan Iran terus berlanjut di Riyadh, maka pihak Arab Saudi terpaksa mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan militer mereka dan melakukan serangan balasan ke Iran.
Arab Saudi secara rutin telah melakukan kontak dengan Teheran melalui duta besar kedua negara sejak 28 Februari 2026.
Serangan Drone dan Misil terhadap Negara-Negara Teluk
Iran menargetkan pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi dalam serangan drone dan misil selama sepekan terakhir.
Serangan tersebut merupakan serangan balasan kepada serangan AS-Israel yang menewaskan warga sipil Iran dan Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran.
Araqchi mengatakan bahwa dirinya menjalin kontak dengan Arab Saudi, dan memastikan Riyadh berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan wilayahnya digunakan dalam serangan terhadap Iran.
Pezeshkian mengatakan serangan terhadaap negara-negara tetangga akan ditangguhkan kecuali serangan itu berasal dari negara-negara tersebut.
Namun, muncul kemungkinan adanya perpecahan yang terjadi di kalangan kepemimpinan Iran. Sehingga Markas Besar Kahtam al-Anbiya, komando tempur terpadu angkatan bersenjata Iran, menyatakan bahwa pangkalan AS dan Israel di wilayah Timur Tengah tetap menjadi sasaran. (vve/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
