Jumat, 10 April 2026

Arumi Bachsin Soroti Perkembangan Digitalisasi yang Sejalan dengan Kejahatan Siber

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Arumi Bachsin Emil Dardak saat memberikan sambutan dalam seminar "Peran Perempuan dalam Mengakses dan Penyebaran Informasi di Era Digital", Surabaya, Jumat (10/4/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Arumi Bachsin Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, menyoroti pesatnya perkembangan digitalisasi yang turut mengubah pola akses informasi masyarakat, khususnya perempuan, di Jawa Timur.

“Digitalisasi itu bisa sangat membantu kehidupan sehari-hari, tapi kalau tidak digunakan dengan benar juga bisa menimbulkan banyak gangguan,” kata Arumi ketika Seminar Peran Perempuan dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital yang dilaksanakan di Aula Gedung Wartawan PWI Jatim, Surabaya pada Jumat (10/4/2026).

Arumi menjelaskan, kondisi geografis Jawa Timur yang beragam, mulai dari pegunungan hingga pesisir, kini tidak lagi menjadi kendala besar dalam akses internet. Menurutnya, jaringan internet yang semakin merata membuat jumlah pengguna terus meningkat secara stabil.

Ia menyebut, dari total sekitar 42 juta penduduk Jawa Timur, mayoritas pengguna internet berasal dari usia produktif, yakni 14 hingga 59 tahun. Menariknya, perempuan tercatat lebih dominan dalam mengakses internet, terutama media sosial.

“Sekarang ini hampir seimbang, tapi perempuan masih mendominasi penggunaan media sosial. Tinggal bagaimana penggunaannya, apakah untuk hal produktif atau justru distraksi,” ujarnya.

Secara nasional, Arumi mengungkapkan tingkat penetrasi internet telah mencapai sekitar 80,66 persen, dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 229 juta jiwa pada 2025. Sementara di Jawa Timur, angka penetrasi bahkan sedikit lebih tinggi, yakni 82,19 persen.

Menurut dia, kondisi ini menunjukkan jika akses internet telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, bahkan menjangkau berbagai lapisan ekonomi.

“Sekarang prioritas keluarga itu sudah berubah. Internet dan gadget sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi sekadar pelengkap,” katanya.

Meski demikian, Arumi mengingatkan berbagai risiko yang mengiringi perkembangan digital, mulai dari penipuan daring hingga kebocoran data pribadi. Ia mencontohkan maraknya situs palsu yang menyerupai layanan perbankan dan sulit dibedakan dengan yang asli.

“Bahkan orang dewasa saja bisa tertipu, apalagi anak-anak. Ini yang harus jadi perhatian bersama,” tegasnya.

Selain itu, Arumi juga menyoroti peran algoritma media sosial yang dapat membentuk pola konsumsi informasi pengguna secara tidak sadar.

Menurutnya, konten yang muncul di media sosial umumnya disesuaikan dengan preferensi pengguna, sehingga berpotensi membatasi sudut pandang.

“Kalau tidak hati-hati, kita hanya akan melihat apa yang kita suka saja, bukan apa yang perlu kita tahu,” ujarnya.

Di sisi lain, Arumi menilai media sosial juga membuka peluang besar, terutama bagi perempuan, dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan literasi, termasuk literasi keuangan.

Namun, ia menegaskan pentingnya pengendalian diri dalam penggunaan media sosial untuk menghindari dampak negatif seperti kecanduan, cyberbullying, hingga penyebaran hoaks.

“Media sosial itu seperti dua mata pisau. Kalau kita bijak, akan sangat bermanfaat. Tapi kalau tidak, justru bisa merugikan,” katanya.

Sebagai orang tua, Arumi mengaku menerapkan pendampingan dalam mengenalkan media sosial kepada anak-anaknya. Ia menilai edukasi sejak dini penting agar anak memahami risiko serta mampu menjaga identitas diri di ruang digital.

Di akhir sesi, ia turut menyerukan agar perempuan yang menjadi benteng dari elemen masyarakat untuk peka terhadap dunia digital.

“Sudah selayaknya perempuan mendapatkan akses digital dan menjadi anggota masyarakat digital secara cakap tanpa terkecuali,” demikian kata Arumi yang ia tulis di akhir slide presentasinya.(mar/wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 10 April 2026
28o
Kurs