Rabu, 25 Maret 2026

AS Dilaporkan Akan Kirim Ribuan Pasukan Lagi ke Timur Tengah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Para pelaut AS memberi isyarat kepada pesawat E-2D Hawkeye saat pesawat tersebut bergerak di landasan untuk mendukung Operasi Epic Fury pada Sabtu (21/3/2026). Foto: US Navy

Amerika Serikat dilaporkan tengah mempersiapkan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah di tengah memanasnya konflik dengan Iran.

Dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Pentagon berencana mengirim pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82, unit elit Angkatan Darat Amerika Serikat yang berbasis di Fort Bragg.

Jumlah pasukan yang akan dikerahkan diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 personel.

Namun, belum ada kejelasan terkait lokasi penempatan maupun waktu keberangkatan mereka ke kawasan tersebut.

Militer AS belum memberikan rincian resmi dan mengarahkan seluruh pertanyaan kepada Gedung Putih.

Anna Kelly juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa keputusan terkait pengerahan pasukan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

“Seperti yang telah kami katakan, Presiden Trump selalu memiliki semua opsi militer yang dapat ia gunakan,” ujar Kelly.

Donald Trump Presiden AS sebelumnya menyampaikan bahwa peluang penyelesaian konflik dengan Iran melalui jalur diplomasi masih terbuka.

Ia bahkan menyebut telah terjadi pembicaraan yang “produktif” dengan Teheran, meski klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran.

Rencana pengerahan ini merupakan kelanjutan dari peningkatan kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Sebelumnya, Washington telah mengirim ribuan marinir dan pelaut menggunakan kapal serbu amfibi USS Boxer, lengkap dengan unit tempur dan kapal pengiringnya.

Sebelum penguatan terbaru ini, jumlah pasukan AS di Timur Tengah telah mencapai sekitar 50.000 personel.

Penambahan kekuatan militer dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi konflik yang kini telah memasuki pekan keempat dan berdampak signifikan terhadap stabilitas pasar global.

Meski demikian, salah satu sumber menyebutkan belum ada keputusan resmi untuk mengerahkan pasukan langsung ke wilayah Iran. Penempatan ini lebih difokuskan untuk memperkuat kesiapan operasi militer jika diperlukan di masa mendatang.

Sejak operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, tercatat sekitar 9.000 target di wilayah Iran telah diserang. Konflik tersebut juga menelan korban di pihak militer AS.

Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa hingga kini 13 tentara AS tewas dan 290 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah kembali bertugas, sementara sejumlah lainnya masih menjalani perawatan intensif. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 25 Maret 2026
28o
Kurs