Khusus di lintasan Ketapang–Gilimanuk, perhatian difokuskan pada peningkatan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran, penguatan kepatuhan penggunaan APD, serta patroli gabungan yang dilakukan secara rutin.
Sementara itu, Windy Andale Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menilai keberhasilan implementasi sterilisasi pelabuhan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat.
“Dukungan yang kami terima selama masa sosialisasi hingga persiapan implementasi menunjukkan adanya kesamaan komitmen untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih aman, tertib dan nyaman. Sterilisasi menjadi langkah bersama dalam membangun layanan penyeberangan yang semakin profesional dan berorientasi pada keselamatan,” ujar Windy.
Melalui kebijakan ini, ASDP berharap budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan semakin kuat sekaligus menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan. (ant/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

