Kamis, 19 Maret 2026

ASDP Tambah 4 Kapal Feri Kapasitas Besar Jalur Ketapang-Gilimanuk

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Yossianis Marciano (tengah) Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), saat konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Kamis (19/3/2026). Foto: Antara

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan atau menambah empat unit kapal feri (ro-ro) dengan kapasitas angkut lebih besar dalam upaya meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali).

Penambahan armada kapal berkapasitas besar di penyeberangan di Selat Bali, itu merupakan hasil evaluasi arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, yang mengalami antrean panjang hingga 40 kilometer sejak H-5 Idulfitri 1447 Hijriah atau pada Senin (16/3/2026).

“ASDP juga sebagai operator kapal, ke depan atau tahun ini menyiapkan empat unit kapal feri berukuran besar dengan tonase minimal 2.000 GT (gross tonnage), itu minimal ya,” kata Yossianis Marciano Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026) yang dikutip Antara.

Dia mengajak operator kapal lainnya (swasta) juga mengganti armadanya yang lebih besar dari yang ada saat ini dan beroperasi di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Puluhan kapal feri yang beroperasi di Selat Bali saat ini, lanjut Yossianis, rata-rata berkapasitas kecil, sehingga daya tampung atau daya angkutnya tidak maksimal.

“Karena pertumbuhan penduduk terus tinggi, dan ini harus pula diiringi dengan menyediakan kapal-kapal berukuran besar,” kata dia.

Mengenai fasilitas di pelabuhan, menurut Yossianis, pada tahun ini ASDP juga mengupayakan peningkatan fasilitas dan sarana prasarana, termasuk pula akan menambah dermaga di sisi Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk.

“Kami juga akan melakukan penataan kembali pelabuhan, baik di Ketapang maupun di Gilimanuk, sehingga ke depan semakin lancar,” tutur dia.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghentikan sementara layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sejak, Rabu (18/3/2026) sore pukul 05.00 WIB dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret 2026 pada pukul 05.00 WIB, sebagai bentuk penghormatan pada Hari Raya Nyepi di Pulau Bali.

Sementara dari Pelabuhan Gilimanuk (Bali), aktivitas penyeberangan mulai dihentikan sementara pada hari ini Kamis, 19 Maret 2026 pada pukul 05.00 WITA dan dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret pukul 06.00 WITA.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk (Bali) selama 24 jam pada periode 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran, tercatat jumlah trip kapal di Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 239 trip.

Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 74.213 orang atau naik 65,2 persen, dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 44.925 orang.

Sedangkan realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang mencapai 14.659 unit atau naik 44,5 persen dibandingkan tahun lalu 10.143 unit, sementara kendaraan roda empat mencapai 7.260 unit atau naik 87,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.868 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.051 unit atau naik 139,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 439 unit, dan bus yang menyeberang 585 unit, juga naik 51,2 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 387 unit.

Total seluruh kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-3 Lebaran 2026 tercatat 23.555 unit atau naik 58,8 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 14.837 unit. (ant/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 19 Maret 2026
29o
Kurs