Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pembangunan mini bozem di kawasan exit Tol Margomulyo-Tandes, sebagai bagian dari strategi mengatasi genangan dan banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan Margomulyo.
Proyek tersebut menjadi bagian dari penataan sistem drainase yang dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Adi Gunita Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengatakan, penanganan banjir dan genangan di kawasan Margomulyo tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah kota.
Dibutuhkan sinergi dengan instansi vertikal, operator jalan tol, hingga pengelola kawasan industri yang memiliki kewenangan di wilayah tersebut.
“Memang kita tidak bisa berjalan sendiri. Ada korelasi hubungan kolaboratif yang memang harus kita lakukan antara Pemerintah Kota Surabaya dengan instansi vertikal atau stakeholder,” kata Adi, Jumat (3/7/2026).
Menurut Adi, perbaikan saluran di bagian hulu tidak akan efektif apabila saluran pembuangan di hilir tidak dikelola dengan baik. Karena itu, penanganan drainase harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga muara.
“Karena pada waktu kita menangani skalanya sifatnya saluran tersier tapi di hilirnya sebagai muara outlet enggak dirawat sama saja,” ujarnya.
Salah satu titik yang menjadi prioritas adalah genangan di bawah ruas Tol Margomulyo. Berdasarkan hasil pemetaan, Pemkot Surabaya akan bekerja sama dengan PT Margabumi sebagai operator jalan tol untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut.
“Di kawasan Margomulyo itu memang ada genangan di bawahnya tol. Sudah kita petakan memang di situ kita harus kolaboratif dengan PT Margabumi selaku operator jalan tol,” katanya.
Selain kolaborasi dengan pengelola jalan tol, Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan sejumlah intervensi pada 2026.
Program tersebut meliputi pembangunan konektivitas saluran drainase di sisi kanan dan kiri kawasan Margomulyo, serta peningkatan kapasitas rumah pompa agar aliran air dapat lebih cepat terbuang.
“Kita di (tahun) 2026 juga ada intervensi terkait dengan pembangunan konektivitas saluran, yang di kanan kirinya, dan juga peningkatan kapasitas rumah pompanya,” ujar Adi.
Pemkot Surabaya juga mengajak pengelola kawasan industri dan pergudangan untuk ikut berperan dalam penanganan genangan.
Sebab, sebagian jaringan drainase berada di area yang menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola.
“Memang kita harus mengajak teman-teman dari kawasan industri pergudangan itu untuk penanganan mengenai genangan yang ada di kawasan sekitar yang mereka menjadi kewenangan mereka,” katanya.
Adi menjelaskan, sistem drainase kawasan Margomulyo nantinya akan terhubung ke Saluran Margomulyo Tengah yang mengalir menuju Rumah Pompa Balong II. Dari rumah pompa tersebut, air selanjutnya akan dibuang langsung ke laut.
“Kawasan Margomulyo ini nanti larinya di saluran Margomulyo Tengah yang akan ditarik di Rumah Pompa Balong II. Nah, Rumah Pompa Balong II nanti muaranya ke laut langsung,” jelasnya.
Saat ini, pembangunan konektivitas saluran menuju Rumah Pompa Balong II masih menjadi fokus utama.
Pemkot Surabaya juga akan membangun saluran baru beserta rumah pompa berkapasitas kecil untuk mempercepat aliran air menuju rumah pompa utama.
“Memang kita akan bikin salurannya dan juga rumah pompa yang sifatnya rumah pompa kecil untuk mengalirkan ke arah salurannya kita buat menuju ke Balong II,” ungkap Adi.
Selain memperkuat jaringan drainase, Pemkot Surabaya tengah memproses pembangunan mini bozem di lahan milik PT Margabumi yang berada di area exit Tol Margomulyo-Tandes.
Lokasi tersebut dipilih karena memiliki elevasi lebih rendah sehingga sering menjadi titik berkumpulnya air saat hujan deras.
“Di samping itu, kita juga membuatkan mini bozem yang memang itu nanti masuk di areanya lahan PT Margabumi. Sekarang lagi on-going untuk prosesnya,” imbuhnya.
Mini bozem tersebut akan berfungsi sebagai kolam retensi sementara untuk menampung limpasan air hujan sebelum dialirkan ke sistem drainase utama.
Dengan demikian, air tidak langsung meluap ke badan jalan dan diharapkan mampu mengurangi genangan yang selama ini mengganggu lalu lintas di kawasan Margomulyo.
“Sehingga kemarin kami koordinasi dengan PT Margabumi, bisa enggak memanfaatkan lahan mereka untuk dipakai tampungan sementara, sehingga air tidak langsung meluber ke jalan,” pungkasnya. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

