Senin, 28 September 2026

ATSI Kaji Penghentian Jaringan 2G di Tengah 29 Juta Pengguna yang Masih Aktif

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi orang berkirim pesan lewat SMS. Foto: DepositPhotos

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) tengah mengkaji rencana penghentian jaringan 2G di Indonesia, meski sekitar 29 juta pengguna diperkirakan masih mengandalkan jaringan itu untuk layanan komunikasi.

Marwan O. Baasir Ketua ATSI mengatakan, rencana penghentian jaringan 2G masih dalam tahap pembahasan awal bersama pemerintah. Banyaknya pengguna yang masih aktif menjadi salah satu pertimbangan sebelum kebijakan diterapkan.

“Kita masih membahas di tahap awal ke pemerintah. Karena kan sebetulnya kalau ekosistem digital dikejar dipercepat, tentunya kita harus mulai mempersiapkan diri. Kira-kira kapan dan insentif program apa yang akan dilakukan,” kata Marwan di Bandung, Minggu (27/9/2026) yang dikutip Antara.

Menurut ATSI, pengguna jaringan 2G saat ini diperkirakan masih mencapai 8–10 persen dari total pengguna layanan seluler di Indonesia.

Berdasarkan data registrasi kartu SIM berbasis biometrik sejak awal hingga Agustus 2026 yang mencapai 297 juta, jumlah pengguna yang masih mengandalkan jaringan 2G diperkirakan sekitar 29 juta.

Selain jumlah pengguna, kondisi geografis Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Marwan menyebut masyarakat di sejumlah wilayah, terutama Indonesia bagian timur, masih banyak yang menggunakan ponsel sederhana atau feature phone untuk menelepon dan mengirim pesan singkat.

“Mungkin wilayah Indonesia Timur itu menantang buat kita karena masih banyak pengguna feature phone,” ujarnya.

Di sisi lain, penghentian jaringan 2G dinilai dapat mempercepat transformasi digital karena spektrum frekuensi 900 MHz, yang selama ini digunakan untuk teknologi tersebut bisa dialihkan guna mendukung jaringan 4G dan 5G.

Namun, Marwan menegaskan proses peralihan harus dipersiapkan secara matang agar masyarakat yang masih menggunakan perangkat 2G tidak kehilangan akses komunikasi.

Karena itu, ATSI juga mempelajari kebijakan penghentian jaringan 2G di sejumlah negara lain sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun rencana peralihan teknologi di Indonesia.

Apabila penghentian jaringan 2G akhirnya diputuskan, Marwan berharap pemerintah memberikan dukungan lewat regulasi dan insentif.

Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah pengaturan peredaran perangkat yang hanya mendukung jaringan 2G setelah kebijakan penghentian diumumkan.

Selain itu, ketersediaan ponsel berbasis 4G LTE dan 5G dengan harga terjangkau perlu diperluas agar masyarakat dapat beralih tanpa menghadapi beban biaya yang terlalu besar.

Hingga kini, belum ada jadwal resmi penghentian jaringan 2G di Indonesia karena ATSI dan pemerintah masih mengkaji kesiapan infrastruktur, perangkat, serta kebutuhan masyarakat. (ant/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 28 September 2026
30o
Kurs