Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pihaknya telah mengalihkan sumber impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari kawasan Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS) dan Australia.
Ia mengatakan bahwa hal ini dilakukan guna memastikan keamanan pasokan di dalam negeri.
“LPG sampai dengan sekarang insyaAllah doain kita tetap aman. Karena yang kita ambil dari Timur Tengah itu sudah kita alihkan ke negara lain, ya. Seperti Amerika, Australia, dan beberapa negara lain,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Langkah serupa juga ditempuh oleh pemerintah untuk memastikan keandalan pasokan minyak mentah. Pemerintah mengalihkan impor minyak mentah (crude) ke Angola, Nigeria, dan negara Afrika lainnya, dari yang semula berasal dari Timur Tengah.
“Sekarang ini stok (energi) kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi, insyaAllah clear (aman),” ujar Bahlil yang dilansir Antara.
Sebelumnya, pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang impor LPG dengan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/3), Bahlil mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai strategi antisipasi pemerintah agar pasokan LPG tetap aman meski terjadi perubahan sumber impor dari kawasan Timur Tengah.
Total impor LPG Indonesia 70–75 persen berasal dari Amerika Serikat (AS) dan 20 persen dari Timur Tengah, serta sisanya dari beberapa negara lain, salah satunya Australia.
Selain LPG, pemerintah memastikan pasokan solar nasional dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan kini telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Sementara itu untuk minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Namun pemerintah juga telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain dengan skema kerja sama jangka panjang guna menjaga ketahanan energi nasional.(ant/ily/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
