Sabtu, 24 Januari 2026

Banjir Bandang Situbondo Rendam 21 SD dan SMP, Dua Sekolah Rusak Parah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Pagar tembok SMPN 1 Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur yang ambruk akibat diterjang banjir, Sabtu (24/1/2026). Foto: Antara

Banjir bandang yang melanda Situbondo pada Rabu (21/1/2026) malam membawa dampak besar pada sektor pendidikan.

Luapan air Sungai Lubawang dan sejumlah sungai lain tidak hanya merendam ribuan rumah, tetapi juga menenggelamkan 21 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Dua sekolah bahkan mengalami kerusakan paling parah dan masih memerlukan penanganan khusus.

Sopan Efendi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo menyebutkan, dua sekolah yang terdampak terberat adalah SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur. Kedua sekolah ini berada berdampingan di Kecamatan Banyuglugur, salah satu titik yang paling parah terkena banjir bandang.

“SDN 1 Kalianget dan SMPN 1 Banyuglugur ini berdampingan dan terdampak paling parah, tembok pagar belakang sekolah ambruk dan material banjir seperti lumpur dan sampah masuk ke sekolah,” ujarnya.

Sopan Efendi menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo untuk memastikan data sekolah yang terdampak serta memetakan penanganan pascabencana. Akibat banjir, kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut dihentikan sementara.

Sejak Kamis (22/1/2026), para guru dan warga bekerja bakti membersihkan lumpur yang masuk ke ruang kelas dan ruang guru. Pembersihan masih berlangsung hingga hari ini, karena material banjir masih menutupi beberapa ruang sekolah.

“Sejak Kamis pascabanjir, sekolah diliburkan sampai hari ini karena masih dilakukan pembersihan material banjir. Kami juga meminta bantuan Damkar membersihkan lumpur di SMPN 1 Banyuglugur dan SDN 1 Kalianget karena menjadi terdampak terparah,” terang Sopan Efendi dilansir dari Antara.

Selain dua sekolah paling parah, Dispendikbud Situbondo mencatat 19 sekolah lain turut terdampak. Daftar sekolah tersebut meliputi SDN 9 Kilensari, SDN 4 Sumberkolak, SDN 2 Curahkalak, SDN 1 Klatakan, SDN 2 Klatakan, Kantor Korwil Kendit, SDN 5 Kendit, SDN 1 Bugeman, SDN 1 Banyuglugur, SDN 3 Lubawang, SD Terpadu An Nadwah Lubawang, SDN 2 Kalimas, SDN 2 Pesisir, SDN 6 Pesisir, SDN 7 Pesisir, SDN 2 Blimbing, SDN 5 Olean, SMPN 1 Kapongan, serta SMPN 1 Banyuglugur.

Banjir bandang di Situbondo juga menghantam rumah warga di sejumlah wilayah. Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, menjadi salah satu yang paling parah, dengan 440 rumah terdampak. Desa Kalianget mencatat 246 rumah terdampak. Sementara di Kecamatan Besuki, total rumah terdampak mencapai 5.425 unit, tersebar di beberapa desa seperti Pesisir, Kalimas, Demung, dan Besuki.

Hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan beberapa sungai meluap di daerah lain. Di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, sebanyak 113 rumah terendam. Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, mengalami banjir di 169 rumah, sementara Desa Kendit tercatat 154 rumah terdampak. (ant/ily/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 24 Januari 2026
30o
Kurs