Kabupaten Probolinggo dilanda banjir pada Sabtu (21/2/2026) malam hingga Minggu (22/2/2026) dini hari, menimbulkan dampak signifikan di lima kecamatan.
Berdasarkan keterangan Oemar Sjarief Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Kraksaan dan Kotaanyar.
“Keadaan yang terjadi tadi malam mungkin, menurut masyarakat setempat, merupakan banjir terbesar yang pernah mereka alami. Ketinggian air bahkan mencapai hampir 1,5 meter, sehingga beberapa evakuasi harus dilakukan,” ungkap Oemar saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu (22/2/2026).
BACA JUGA: Kraksaan Probolinggo Banjir Setinggi 1,5 Meter, Tiga Desa Masih Terendam
Oemar menyebut, banjir di Kraksaan adalah yang paling parah, lantaran tingginya mencapai 1,5 meter. Total tiga desa terdampak di kecamatan tersebut, yaitu desa Kraksaan Wetan, Sidomukti, Sidopekso.
“Hampir ada yang setinggi 1,5 meter. Ada beberapa evakuasi yang kami lakukan tadi malam. Dan ada berapa juga yang saat ini airnya masih belum surut,” katanya.
Sementara dari segi finansial, Kotaanyar mengalami kerugian paling besar. Lantaran jembatan putus dan longsor imbas intensitas hujan tinggi.
“Terdeteksi yaitu di Kecamatan Kotaanyar. Karena ada longsoran juga akibat hujan itu yang menimpa rumah. Ada tiga rumah. Jembatan sempat terputus terjadi Kotaanyar menuju Pakuniran, jembatan penghubung. Sehingga putus total,” ungkapnya.
Sebelumnya, banjir di Probolinggo menimpa lima kecamatan, yaitu Gading, Krejengan, Kraksaan, Kotaanyar dan Besuk. Banjir disebabkan tingginya intensitas hujan Sabtu malam. (lea/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
