“Minimal, dua kali setahun agar kapasitas tampung air meningkat,” ujar Irvan.
Sementara mitigasi non struktural berupa memaksimalkan pemantauan cuaca menggunakan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) untuk memantau pasang surut air laut.
Selanjutnya, BPBD melanjutkan informasi peringatan dini tersebut kepada seluruh warga di pesisir Kota Surabaya.
BPBD juga melakukan edukasi dan kesiapsiagaan terhadap masyarakat di kawasan rawan banjir rob. Mulai dari memberi pemahaman soal jalur evakuasi hingga langkah cepat penyelamatan mandiri.
Apabila terjadi air pasang, diharapkan warga segera melakukan evakuasi diri ke tempat aman, dan jika membutuhkan bantuan warga bisa menghubungi Call Center (CC) 112 atau mengirim pesan Whatsapp melalui nomor 0811-3111-2112.
“Kami imbau kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir Surabaya untuk memantau informasi pasang surut laut dan potensi banjir rob melalui situs resmi BMKG. Diimbau juga, warga memastikan kebersihan saluran dan melaporkan apabila ada tanggul yang rusak di nomor darurat 112 atau Whatsapp,” tutupnya. (lta/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

