Minggu, 11 Oktober 2026

Bayi 24 Hari Meninggal Dunia di Surabaya, Sebelumnya Diduga Diberi Telur Mentah

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Bayi berusia 24 hari berinisial A dilaporkan meninggal dunia diduga usai diberi telur mentah. Foto: Istimewa

Bayi berinisial A yang masih berusia 24 hari meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.10 WIB setelah menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

“Bayi tersebut tiga hari di rawat di RSUD Dr. Soetomo. Pasien bayi tersebut meninggal dunia tadi pagi pukul 07.10 WIB. Kami turut berduka cita mendalam kepada pihak keluarga atas meninggalnya pasien bayi tersebut,” kata Adin Niken Humas RSUD Dr. Soetomo, Minggu.

Sementara itu, Calista, pihak keluarga bayi A, menceritakan bahwa bayi tersebut sebelumnya mengalami demam.

Menurut Calista, nenek bayi tersebut diduga memberikan telur mentah dengan harapan dapat menurunkan demam, tanpa sepengetahuan ibunya.

“Mungkin kepercayaan dia ya, kalau dikasih telur mentah bisa turun demamnya. Padahal ya harusnya kan dikasih obat ya. Cuma namanya orang itu pasti ada hal-hal mitos yang mereka percaya dan masih dilakuin sampai sekarang,” katanya dihubungi suarasurabaya.net.

Bayi A sempat dibawa ke Puskesmas. Namun, karena kondisinya belum membaik, bayi tersebut kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit di Waru, Sidoarjo.

Menurut keterangan yang diterima keluarga, pemeriksaan di rumah sakit tersebut menemukan kondisi serius pada usus bayi hingga harus menjalani operasi.

Setelah itu, bayi A dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

“Rujukannya sempat penuh. Nah, ibunya ini minta tolong buat di Thread dengan harapan dapat ruang NICU. Akhirnya dapat ruang NICU. Tadinya mau ke rumah sakit lain, tapi ternyata di RSUD Dr. Soetomo dapat karena bantuan dari Wakil Gubernur Jatim,” jelasnya.

Calista mengatakan, selama menjalani perawatan, kondisi bayi masih memerlukan penanganan intensif.

Dia menyebut, luka bekas operasinya juga mengeluarkan nanah dan darah sehingga bayi harus menjalani transfusi darah berulang kali.

“Jadi harus terus-terusan buat transfusi darah,” imbuhnya.

Setelah tiga hari dirawat, bayi A meninggal dunia pada Minggu pagi.

“Aku minta kabarnya terus-menerus kan sama ibunya dan pas pagi-pagi DM masuk dari Pak Emil (Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim) kalau bayi A sudah tidak ada,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai dugaan pemberian telur mentah dan kondisi medis bayi tersebut berasal dari keterangan keluarga.

Belum ada keterangan medis, termasuk dari RSUD Dr. Soetomo, yang menjelaskan hubungan antara pemberian telur mentah dan kondisi bayi hingga meninggal dunia. (ris/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 11 Oktober 2026
29o
Kurs