Selasa, 10 Maret 2026

BBPJN Kebut Perbaikan 550 Jalan Berlubang di Jawa Timur Jelang Lebaran

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi - Jalan berlubang di daerah Lingkar Timur Sidoarjo. Foto: Sertin Novita via WA SS

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mengebut perbaikan 550 jalan berlubang yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa Timur menjelang dimulainya arus mudik lebaran 2026.

Javid Hurriyanto Kepala BBPJN Jatim-Bali menjelaskan, total jalan nasional di Provinsi Jawa Timur memiliki panjang mencapai 2.261 kilometer.

Dari total panjang tersebut, tingkat kemantapan jalan nasional Jatim sudah mencapai 93 persen. Namun diperkirakan masih ada sekitar 151 kilometer jalan yang rusak atau berlubang.

Untuk memastikan kesiapan sebelum puncak arus mudik, BBPJN Jawa Timur–Bali akan mempercepat pekerjaan preservasi jalan di berbagai ruas strategis.

Penanganan terhadap jalan lubang dan kerusakan perkerasan dilakukan melalui metode patching, penggunaan alat Cold Milling Machine (CMM) untuk mengelupas, mengeruk, dan meratakan lapisan aspal yang rusak secara cepat, presisi, dan efisien.

Javid menyatakan, ruas jalan dengan volume lalu lintas tinggi akan menjadi fokus utama dalam melakukan perbaikan.

“Ya, (jalan) lubang kita masih sampai sekarang masih ada 550 lubang yang akan kami kejar dua hari ini,” ujar Javid, Selasa (10/3/2026).

Proses perbaikan jalan nasional berlubang di Jawa Timur terus berlangsung sepanjang tahun. Javid menuturkan, total jumlah lubang sebelum dilakukan perbaikan mencapai 17.787 titik.

“Kami sudah melakukan realisasi penanganan sebanyak 17.237 jalan berlubang yang diperbaiki, sehingga tinggal menyisakan 550 lubang,” jelasnya.

Javid memastikan tidak akan ada lubang terbuka di jalur utama mudik untuk menjamin keamanan masyarakat dan pengoptimalan kondisi jalan.

Selain memastikan kesiapan fisik jalan, BBPJN Jawa Timur–Bali juga memetakan potensi titik rawan kemacetan selama periode mudik lebaran. Di wilayah Jawa Timur teridentifikasi 79 titik rawan kemacetan.

Kepadatan lalu lintas itu dipicu oleh aktivitas pasar tumpah, persimpangan jalan, akses ke kawasan wisata, serta perlintasan sebidang kereta api.

Javid mengatakan, salah satu ruas yang menjadi perhatian utama adalah ruas Situbondo – Ketapang – Banyuwangi, yang merupakan koridor utama menuju Pelabuhan Ketapang sebagai akses penyeberangan menuju Bali.

Di ruas tersebut cenderung mengalami peningkatan kepadatan akibat antrean kendaraan menuju pelabuhan, terutama saat terjadi lonjakan kendaraan pribadi atau angkutan logistik.

“Kami berkoordinasi dengan kepolisian serta Dinas Perhubungan untuk memastikan manajemen lalu lintas berjalan optimal apabila terjadi lonjakan volume kendaraan,” ucap Javid. (wld/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 10 Maret 2026
27o
Kurs