Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur akan melakukan aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya pada Rabu (11/2/2026).
Dalam aksi tersebut, BEM SI Jatim mengusung tagline “De(AD) mokrasi Indonesia” seiring dengan dinamika demokrasi nasional yang belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat.
“Ini sebenarnya sudah pernah kita kawal pada aksi sebelumnya. Tapi kami merasa isu ini masih sangat layak untuk diperjuangkan sampai sekarang,” kata kata Muhammad Aqomaddin Koordinator Wilayah BEM SI Jatim kepada suarasurabaya.net pada Minggu (8/2/2026).
Fokus tuntutan dalam aksi tersebut mencakup dua isu utama. Pertama, penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Kedua, dorongan agar pemerintah lebih memprioritaskan pengangkatan guru honorer dan tenaga kesehatan honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibandingkan pengangkatan petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai PPPK.
“Ada beberapa isu. Cuma fokus untuk saat ini ada dua isu itu yang kami kawal,” ucapnya.
Selain itu, BEM SI Jatim juga menyoroti isu deforestasi hutan, khususnya di wilayah Papua. “Kami berharap pemerintah lebih mementingkan kelestarian hutan di Indonesia, terutama di Papua, daripada program-program yang justru berpotensi merusak hutan,” tegasnya.
Apabila tuntutan aksi tidak mendapat respons dari DPRD Jatim, BEM SI Jatim menegaskan akan tetap mengawal isu-isu tersebut melalui berbagai cara, baik melalui jalur audiensi maupun aksi lanjutan.
“Tentunya kami akan terus mengawal sampai tuntas. Apakah nanti lewat audiensi atau aksi lanjutan, itu masih akan kami bahas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa rencana aksi tersebut sejatinya telah disusun sejak Desember 2025. Namun, pelaksanaannya sempat ditunda lantaran adanya bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Setelah melalui pertimbangan, BEM SI Jatim memutuskan untuk menggelar aksi sebelum memasuki bulan Ramadan.
Pihaknya memperkirakan, BEM SI Jatim yang memiliki enam wilayah koordinasi akan turun dalam aksi di DPRD Jatim, yakni wilayah Pantura, Surabaya Raya, Mataraman, Malang Raya, Tapal Kuda, hingga Madura Raya. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
