Jumlah penerbangan yang dibatalkan di Bandara Internasional Juanda pada, Senin (7/9/2026), mencapai 129 penerbangan imbas aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Terbaru ada 54 penerbangan yang kembali dibatalkan.
Dari total 54 penerbangan yang dibatalkan hari ini, 24 berasal dari penerbangan kedatangan dan 30 penerbangan keberangkatan. Sebelumnya, pada Minggu (6/9/2026) terdapat 75 penerbangan yang telah dibatalkan.
“Pembatalan penerbangan terjadi karena dampak berantai dari penutupan sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Muhammad Tohir, General Manager Bandara Internasional Juanda, pada Senin (7/9/2026).
Saat ini, kata dia, terdapat empat bandara yang masih mengalami penutupan operasional, yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.
“Kondisi itu turut memengaruhi konektivitas dan rotasi penerbangan, termasuk sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda,” ucapnya.
Pihaknya memastikan, Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi secara intensif bersama maskapai, serta seluruh stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik.
Pihaknya juga mengimbau penumpang untuk terus memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta mengikuti informasi dan arahan petugas selama berada di area terminal.
Seperti diketahui, Bandara Internasional Juanda tetap melayani penerbangan selama 24 jam, sebagai salah satu bandara alternatif untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan dan konektivitas pengguna jasa selama kondisi tersebut berlangsung. (ris/bil/ipg)










