Kamis, 2 April 2026

BGN Tegaskan Mitra Wajib Siapkan Ruang Istirahat dan Peralatan Baru di SPPG

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Nanik Sudaryati Deyang Wakil Kepala BGN berbincang dengan salah satu siswa SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis (8/1/2026) pada penyaluran MBG hari pertama di sekolah tahun 2026. Foto: Antara

Nanik Sudaryati Deyang Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib untuk menyiapkan ruang istirahat dan peralatan baru di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal tersebut disampaikan Nanik saat menemukan seorang pegawai pengawas keuangan di SPPG Trenggalek Pogalan, Dusun Duwet, Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang mengaku tidak memiliki ruang istirahat ketika bekerja di dapur MBG.

“Mitra yang tidak mau menyediakan ruang istirahat untuk kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan, akan dihentikan sementara. Bilang sama pemilik, ya, saya sudah marah betul ini, saya tutup atau segera membuat kamar!” kata Nanik seperti dilansir Antara, Kamis (12/2/2026).

Nanik menegaskan, mitra wajib menyiapkan ruang istirahat yang layak untuk para pengelola SPPG serta menyiapkan peralatan baru dan segera menggantinya jika terjadi kerusakan.

“Mitra sudah menerima Rp6 juta setiap hari, jangan enak-enakan. Mitra harus bertanggung jawab,” ujar dia.

Adapun pengawas keuangan yang ditemukan Nanik itu bernama Nia Hastuti, yang bekerja di SPPG Trenggalek Pogalan. Nia kemudian menumpahkan semua keluh kesahnya kepada Wakil Kepala BGN itu.

“Kami merasa kasihan sekali kepada pengawas gizi kami karena setiap hari terpaksa tidur di lantai di bawah meja kantor tanpa kasur akibat tidak ada ruang istirahat. Padahal, setiap hari dia tidak tidur semalaman karena mengawasi proses masak,” kata Nia.

Ia mengaku sudah berkali-kali mengingatkan mitra dan meminta dibuatkan ruang istirahat untuk mereka. Namun, yayasan yang menjadi mitra dapur SPPG itu tak kunjung menyiapkannya, begitu juga ketika mereka meminta agar AC dan peralatan dapur yang rusak diperbaiki.

“Sudah beberapa kali saya mengingatkan, tetapi tidak juga dilakukan dengan alasan tidak ada dana,” tutur Nia.

Tak hanya Nia dan kawan-kawan yang tidak mendapatkan fasilitas ruang istirahat. Beberapa pengawas gizi dan keuangan di Madiun, Jawa Timur, juga mengeluhkan tidak adanya ruang istirahat yang seharusnya disiapkan mitra.

“Ada yang mendapat kos, tetapi berjarak jauh. Saat pulang di Hari Jumat dini hari lalu, saya mengalami kecelakaan,” kata Pengawas Gizi Kota Madiun Dewi Nur.

Mendengar pengaduan mereka, Nanik memerintahkan kepada koordinator regional SPPG Jawa Timur untuk mencatat mitra-mitra SPPG yang enggan menyiapkan tempat istirahat untuk para pengelola SPPG, dan memberikan peralatan bekas untuk dapur MBG. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 2 April 2026
27o
Kurs