Rabu, 14 Oktober 2026

BMKG Keluarkan Warning Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Salah Satunya di Selatan Jatim

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi gelombang tinggi di laut. Foto: iStock

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi mencapai 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Salah satunya di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Berdasarkan informasi yang diterima suarasurabaya.net, peringatan tersebut berlaku mulai Rabu (14/10/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 07.00 WIB.

Dalam peringatan tersebut, gelombang setinggi 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir dan perairan selatan Jatim.

Selain Jawa Timur, potensi gelombang tinggi juga diprakirakan terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Samudra Hindia barat Aceh, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua, Laut Arafuru bagian timur dan tengah.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan bahwa gelombang tinggi dan kecepatan angin dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal berukuran kecil maupun kapal yang beroperasi di wilayah terdampak.

Dalam informasi tersebut, perahu nelayan dinilai berisiko terhadap keselamatan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Untuk kapal feri, risiko keselamatan meningkat apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Karena itu, nelayan dan operator transportasi laut perlu memantau perkembangan cuaca maritim sebelum berlayar serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas terkait.

Dalam analisis kondisi sinoptik, pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 7–20 knot. Sementara itu, di selatan ekuator, angin dominan bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8–30 knot.

Adapun kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa Barat.(kir/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Rabu, 14 Oktober 2026
33o
Kurs