Kamis, 8 Januari 2026

BMKG Prakirakan Gelombang Laut hingga 6 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi gelombang tinggi di laut. Foto: iStock

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi hingga enam meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 7–10 Januari 2026.

Eko Prasetyo Direktur Meteorologi Maritim BMKG mengatakan, gelombang tinggi ini dipicu oleh Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia barat daya dan Bibit Siklon Tropis 90W di Laut Filipina. Kedua fenomena tersebut meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan nasional.

Dilansir dari Antara pada Rabu (7/1/2026), tim meteorologi BMKG mengkonfirmasi kondisi tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Jenna di Samudra Hindia barat daya serta Bibit Siklon Tropis 90W di Laut Filipina yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia.

BMKG mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6-25 knot, sementara di wilayah selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif sama.

Kondisi itu berpotensi menyebabkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, antara lain perairan Morotai, Halmahera, Obi, Sanana, Taliabu, Kayoa, Kepulauan Loloda, Batang Dua, Ternate, Bacan, Teluk Weda, serta perairan Kepulauan Halmahera dan Gebe.

Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Laut Arafura bagian tengah dan timur, serta wilayah selatan Karimata bagian utara.

Adapun gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 4 hingga 6 meter diprakirakan berpeluang terjadi di perairan Laut Natuna Utara dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, serta kapal berukuran besar yang berpotensi terdampak kondisi cuaca dan gelombang ekstrem.

Selain itu, BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar perairan yang berpeluang mengalami gelombang tinggi agar tetap waspada dan memantau perkembangan informasi cuaca maritim secara berkala. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 8 Januari 2026
30o
Kurs