Senin, 12 Januari 2026

BMKG Prakirakan Hujan Petir Berpotensi Terjadi Seharian di Jawa Timur

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Hujan lebat disertai petir. Foto: suarasurabaya.net

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada Senin (12/1/2026), didominasi awan dengan potensi hujan disertai petir sepanjang hari.

Pada pagi hari, cuaca diperkirakan berawan dengan peluang hujan petir di sejumlah wilayah. Memasuki siang hingga sore, tutupan awan diprediksi semakin tebal dan potensi hujan petir masih berlanjut.

Kondisi serupa diprakirakan terjadi pada malam hari, sementara pada dini hari cuaca berawan tebal dengan peluang hujan petir tetap perlu diwaspadai.

BMKG Juanda mencatat suhu udara di Jawa Timur berada pada kisaran 14 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan antara 62 hingga 100 persen.

Sementara itu, angin bertiup dominan dari arah barat laut dengan kecepatan berkisar 5 hingga 40 kilometer per jam.

Selain cuaca daratan, BMKG Maritim Tanjungperak merilis prakiraan kondisi cuaca maritim yang berlaku mulai 12 Januari 2026 pukul 07.00 WIB selama 24 jam ke depan. Di wilayah Laut Jawa bagian timur, cuaca diprakirakan hujan ringan hingga sedang.

Angin bertiup dominan dari barat dengan kecepatan maksimum mencapai 38 knot atau sekitar 70 kilometer per jam. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,8 hingga 2,2 meter.

Untuk wilayah Selat Madura, kondisi cuaca serupa juga diprakirakan terjadi dengan hujan ringan hingga sedang. Angin dominan dari barat laut dengan kecepatan maksimum 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, sementara tinggi gelombang berada di kisaran 0,8 hingga 1,8 meter.

Adapun di perairan selatan Jawa Timur, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang dengan angin dominan dari barat laut yang berkecepatan maksimum 29 knot atau sekitar 54 kilometer per jam. Tinggi gelombang di wilayah ini diperkirakan lebih tinggi, yakni antara 1,3 hingga 2,9 meter.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang demi keselamatan pelayaran. (saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 12 Januari 2026
26o
Kurs