Cuaca di wilayah Jawa Timur pada Rabu (4/3/2026) diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal dengan potensi hujan petir, terutama pada siang hingga sore hari. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara lokal.
Prakirawan BMKG Juanda menyampaikan, dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur masih mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan disertai kilat atau petir.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan berawan dan berpeluang terjadi hujan petir. Siang hingga sore hari kondisi berawan tebal dengan potensi hujan petir.
Malam hari berawan dengan peluang hujan ringan. Sedangkan dini hari kembali berawan tebal dan berpeluang hujan ringan.
Secara umum, suhu udara di Jawa Timur berada pada kisaran 14 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan antara 60 hingga 100 persen. Kondisi ini menunjukkan udara cukup lembap yang mendukung pembentukan awan hujan.
Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan lima hingga 41 kilometer per jam.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada siang dan sore hari, diimbau mewaspadai potensi hujan petir yang dapat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Sementara itu, BMKG Maritim Tanjungperak merilis prakiraan kondisi cuaca maritim Jawa Timur yang berlaku mulai 4 Maret 2026 pukul 07.00 WIB selama 24 jam ke depan.
Wilayah Laut Jawa bagian timur diprakirakan mengalami hujan ringan dengan angin dominan dari arah barat. Kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot atau sekitar 74 kilometer per jam.
Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,8 hingga 2,5 meter. Kondisi ini masih tergolong sedang, namun tetap perlu diwaspadai oleh kapal nelayan dan pelayaran kecil.
Di wilayah Selat Madura, cuaca diprakirakan hujan ringan dengan angin dominan dari barat laut. Kecepatan angin maksimum juga mencapai 40 knot atau 74 kilometer per jam.
Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,8 hingga 2,1 meter.
Kondisi paling signifikan terjadi di perairan selatan Jawa Timur. Wilayah ini diprakirakan berawan tebal dengan angin dominan dari barat laut dan kecepatan maksimum mencapai 66 knot atau sekitar 122 kilometer per jam.
Tinggi gelombang diprediksi berkisar antara 2,0 hingga 6,0 meter, yang tergolong tinggi hingga sangat tinggi. Kondisi ini berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal berukuran kecil.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut agar memperhatikan pembaruan informasi cuaca sebelum melaut. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
