Dalam pembukaan Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang digelar oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memberikan apresiasi dan menilai bahwa forum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pelaku media siber untuk berkolaborasi dan menghadapi berbagai tantangan di era digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Teuku Riefky Harsya Menteri Ekraf menyatakan bahwa Kemenekraf siap melakukan kolaborasi dengan AMSI untuk menghadapi berbagai tantangan industri media saat ini. Termasuk perkembangan era AI dan tren konten kreator.
“Kami berkomitmen untuk memastikan usaha-usaha media, khususnya di bawah naungan AMSI, dapat terus bertahan dan berkelanjutan di tengah dinamika zaman,” kata Riefky, ditemui setelah membuka IDMC 2026, Rabu (28/10/2026), di Shangri-La Hotel Surabaya.
Riefky juga menyampaikan, di tengah kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap lapangan pekerjaan dan industri kreatif, pihaknya tetap menekankan bahwa sumber kreativitas utama harus tetap berasal dari manusia, sementara hasil karya dari media massa wajib dilindungi kekayaan intelektualnya.
“Saat ini kami sedang menantikan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai peta jalan (roadmap) AI serta pedoman etika penggunaan AI di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam implementasi kebijakan itu nantinya akan dikolaborasikan bersama AMSI serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) selaku sektor utama.
Lewat forum ini pihaknya berharap teknologi AI tidak diposisikan untuk menggantikan kreativitas para jurnalis, melainkan berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan hasil kreativitas karya jurnalistik.(kir/fia/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

