Minggu, 11 Januari 2026

Bulog Dorong Kebijakan Satu Harga Usai Capai Swasembada Beras Sepanjang 2025

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ahmad Rizal Ramdhani Dirut Perum Bulog menjawab pertanyaan awak media ditemui seusai konferensi pers terkait perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (9/1/2026). Foto: Antara

Ahmad Rizal Ramdani Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog mendorong kebijakan beras satu harga dari Sabang hingga Merauke setelah Indonesia resmi mencapai swasembada pangan beras sepanjang tahun 2025.

Rizal menegaskan Bulog berperan aktif mengawal swasembada pangan nasional, seiring keberhasilan Indonesia tidak melakukan impor beras sejak Januari hingga Desember 2025.

“Dari Sabang sampai Merauke, InsyaAllah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Sabang sampai Merauke, harganya satu harga,” kata Rizal dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (9/1/2026) seperti dilansir Antara.

Dia menuturkan keberhasilan swasembada beras tersebut telah dideklarasikan langsung Prabowo Subianto Presiden di Karawang, Jawa Barat pada, Rabu (7/1/2026), sebagai tonggak penting kemandirian pangan nasional dari hasil produksi petani dalam negeri.

Puncak swasembada pangan ditandai dengan stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton pada Juli 2025, mencerminkan kuatnya produksi dalam negeri serta efektivitas pengelolaan cadangan nasional.

Memasuki Januari 2026, stok beras Bulog tercatat sebesar 3,35 juta ton yang dinilai tetap aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.

Ke depan, Bulog menargetkan penyerapan beras petani mencapai empat juta ton sebagai langkah strategis memperkuat cadangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka peluang ekspor.

Selain ekspor, Bulog juga menyiapkan kebijakan pemerataan harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan agar harga beras terjangkau secara merata di seluruh wilayah.

Konsep beras satu harga dari Sabang hingga Merauke diharapkan dapat meniru keberhasilan kebijakan energi nasional, sehingga tidak ada lagi disparitas harga antarwilayah.

“Seperti juga Pertamina. Pertamina juga dari Sabang sampai Merauke satu harga. Bulog juga berasnya satu dari Sabang sampai Merauke juga satu harga,” ucap Rizal.

Bulog berharap dukungan seluruh masyarakat agar kebijakan satu harga menjadi legacy nasional, sekaligus memperkuat peran Bulog sebagai penyangga stabilitas pangan Indonesia.

Adapun beras SPHP selama ini dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua). (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 11 Januari 2026
24o
Kurs