Senin, 9 Februari 2026

Bulog Ekspansi ke Arab Saudi, Jajaki Kemungkinan Bangun Gudang di Kawasan Kampung Haji

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog menjawab pertanyaan awak media di sela Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Foto: Antara

Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog tengah menjajaki kemungkinan membangun gudang logistik di kawasan Kampung Haji Arab Saudi. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan beras selama peribadahan haji 2026.

Perum Bulog tengah berkomunikasi membahas rencana ini dengan otoritas di Arab Saudi. Di mana pemerintah Indonesia mewajibkan penggunaan beras produksi dalam negeri, untuk konsumsi jemaah haji Indonesia.

“Kami mohon diberikan ruang di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan kami minta ruang untuk bisa bangun gudang Bulog di sana,” kata Rizal seperti dilansir Antara di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Rizal mengatakan, pembangunan gudang logistik sangatlah penting untuk memastikan keamanan pasokan pangan Indonesia di Saudi. Namun rencananya, komoditas yang disimpan tidak hanya beras, tapi juga komoditas pangan lainnya.

“Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji,” katanya.

Bulog juga telah menyiapkan ekspor perdana, sekitar 2.280 ton beras premium. Beras akan digunakan dapur-dapur pengelola konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Volume ekspor beras ini diklaim tidak akan mengganggu ketahanan pangan dalam negeri. Lantaran jumlahnya yang masih relatif kecil ketimbang stok beras Bulog yang mencapai 3,2 juta ton.

Rizal menargetkan, gudang logistik di Kampung Haji Arab Saudi akan jadi simpul logistik, yang mendukung distribusi pangan bagi jemaah haji dan umrah. Sehingga pengelolaan logistik bisa lebih efisien.

“Minimal satu gudang itu 1.000 ton. Kalau 1.000 ton saja sudah cukup, nanti bertahap kalau memang masih dibutuhkan kita bangun lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan (Zulhas) Menteri Koordinator Bidang Pangan mengatakan, kebijakan penggunaan beras dalam negeri jadi bagian memanfaatkan produk lokal. Ekspor dimulai sejak Februari 2026 melalui skema bisnis ke bisnis.(ant/lea/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 9 Februari 2026
27o
Kurs