Kelompok buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, hari ini, Kamis (8/1/2026), akan kembali melakukan unjuk rasa, di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang dekat dengan Istana Kepresidenan Jakarta.
Mereka melakukan aksi penyampaian pendapat di jalan untuk kesekian kalinya lantaran masih menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 daerah Jawa Barat.
Untuk menjaga kemanan dan ketertiban, seribuan aparat gabungan dari unsur Polri, TNI dan Satpol PP bersiaga di lokasi demo.
Pantauan suarasurabaya.net sekitar pukul 08.30 WIB, aparat gabungan melakukan apel persiapan pengamanan di area Monas. Sementara, belum ada massa buruh yang datang.
Kombes Pol. Reynold Hutagalung Kapolres Metro Jakarta Pusat mengatakan, total ada 1.659 personel gabungan yang disiagakan untuk mengawal demo buruh hari ini.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat,” ujarnya di Jakarta.
Dia bilang, seluruh personel pengamanan tidak membawa senjata api, dan wajib mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.
Menurutnya, aparat gabungan ada di lokasi untuk menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.
Reynold mengimbau massa aksi menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkistis seperti merusak fasilitas umum.
Sebelumnya, Said Iqbal Presiden KSPI dan Partai Buruh mengklaim demo akan diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta, dengan konvoi sepeda motor.
Tuntutannya, revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebanyak Rp 5,89 juta per bulan, serta memberlakukan UMSP DKI 2026 sebanyak 5 persen di atas KHL.
Kemudian, mendesak revisi SK Gubernur Jawa Barat tentang penetapan UMSK di 19 kabupaten/kota, untuk dikembalikan sesuai surat rekomendasi Bupati/Wali Kota masing-masing daerah.(rid/kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
