Ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Iran kontra Amerika Serikat dan Israel turut dirasakan warga yang menetap di Uni Emirat Arab (UAE).
Salah satunya Safirah Ishami, Kontributor Suara Surabaya yang kini menjadi residen di wilayah Discovery Garden, Dubai. Dia menceritakan detik-detik mencekam saat sistem pertahanan udara UAE mencegat misil yang melintas di langit Dubai dan Abu Dhabi.
Fira sapaan akrabnya menceritakan, situasi mulai terasa berbeda sejak, Sabtu (28/2/2026) sore, ketika suara dentuman mulai terdengar di beberapa titik. Meski awalnya simpang siur, Pemerintah UAE bergerak cepat memberikan informasi resmi kepada warga.
“Dari kemarin sore itu kami mulai mendengar suara dentuman-dentuman gitu kan. Nah, ternyata misil itu dikirim Iran tapi langsung ditembak balik sama Pemerintah UAE gitu. Jadi, enggak sampai kena orang-orang sini,” ungkap Fira saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu (1/3/2026) pagi WIB.
Warga di Dubai, lanjutnya, juga sempat dikejutkan dengan alarm peringatan darurat yang muncul serentak di ponsel mereka pada pukul 00.30 dini hari waktu setempat.
“Tiba-tiba ada kayak suara alarm kenceng banget. Ternyata kami baru dapat notifikasi untuk lebih waspada. Tulisannya untuk lebih waspada dan enggak perlu keluar rumah jika tidak ada yang diperlukan, dan enggak perlu panik intinya,” ucapnya.
Terkait kabar yang beredar mengenai Bandara Internasional Dubai (DXB) yang terkena hantaman misil, Fira menjelaskan, kerusakan yang terjadi bukan disebabkan serangan langsung, melainkan jatuhnya serpihan hasil intersepsi.
“Misilnya itu ditembak balik, jadi enggak kena langsung ke warga. Nah, tapi masalahnya ketika ditembak balik itu misil kan enggak langsung hancur, pasti bakalan ada puing-puing yang akan jatuh random. Termasuk di Bandara Dubai. Itu sebenarnya kena puing-puing pecahan misilnya itu,” terangnya.
Akibat insiden itu, otoritas penerbangan Emirates telah mengeluarkan pernyataan resmi, Bandara DXB ditutup sementara untuk semua penerbangan hingga pukul 15.00 waktu setempat, guna pengecekan keamanan lebih lanjut.
Sempat Terjadi Panic Buying
Informasi mengenai penutupan bandara dan situasi keamanan sempat memicu kekhawatiran warga. Fira menyebutkan beberapa supermarket sempat mengalami kekosongan stok karena warga mulai memborong kebutuhan pokok pada hari Sabtu malam.
“Sekitar jam 7:00 atau 8:00 malam itu ada beberapa supermarket yang mulai stok-stoknya sudah kosong. Dari situ Pemerintah UAE mulai mengimbau enggak perlu panic buying karena stok pangan aman,” ceritanya.
Memasuki pukul 06.00 pagi waktu Dubai, Fira memantau aktivitas masyarakat mulai berangsur normal. Warga terlihat sudah mulai berangkat kerja.
Pemerintah UAE terus mengimbau warga untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi dari kanal pemerintah guna menghindari disinformasi di tengah konflik regional yang memanas.
“Orang-orang sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Ada yang udah baru berangkat kerja, sudah kayak biasa saja karena kita merasa secure, merasa aman gitu di sini,” pungkas mantan jurnalis Suara Surabaya tersebut.(bil/rid)
NOW ON AIR SSFM 100
